Bendera Bangsaku

SELAMAT DATANG SOBATKU DI BLOG MAMAT/UCOK/RONI PUTERA JAWA KETURUNAN SUMATERA, ALLAH KUASA MAKHLUQ TAK KUASA LAILAHAILLALLAH MUHAMMADURRASULULLAH

Kisah Satu Gereja Masuk Islam (Subhanallah)

Ini Kisah Nyata Seorang Pemuda Arab Yang Menimba Ilmu Di Amerika Rabu, 22 Februari 2006 silam.
Ada seorang pemuda arab yang baru saja me-nyelesaikan bangku
kuliahnya di Amerika . Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah berupa

pendidikan agama Islam bahkan ia mampu mendalaminya.Selain belajar,
ia juga seorang juru dakwah Islam. Ketika berada di Amerika , ia
berkenalan dengan salah seorang Nasrani.Hubungan mereka semakin
akrab, dengan harapan semoga Allah SWT memberinya hidayah masuk
Islam.

Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan
di Amerika dan melintas di dekat sebuah gereja yang terdapat di
kampung tersebut.Temannya itu meminta agar ia turut masuk ke dalam
gereja. Semula ia berkeberatan,namun karena ia terus mendesak
akhirnya pemuda itupun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke
dalam gereja dan duduk di salah satu bangku dengan hening,
sebagaimana kebiasaan mereka.

Ketika pendeta masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan
penghor-matan lantas kembali duduk. Di saat itu si pendeta agak
terbelalak ketika melihat kepada para hadirin dan berkata, "Di tengah
kita ada seorang muslim. Aku harap ia keluar dari sini."
Pemuda arab itu tidak bergeming dari tempatnya. Pendeta tersebut
mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun ia tetap tidak
bergeming dari tempatnya.
Hingga akhirnya pendeta itu berkata,
"Aku minta ia keluar dari sini dan aku menjamin
keselamatannya. "Barulah pemuda ini beranjak keluar. Di ambang pintu
ia bertanya kepada sang pendeta,
"Bagaimana anda tahu bahwa saya seorang muslim."
Pendeta itu menjawab, "Dari tanda yang terdapat di wajahmu."Kemudian
ia beranjak hendak keluar,namun sang pendeta ingin memanfaatkan
keberadaan pemuda ini, yaitu dengan mengajukan beberapa pertanyaan,
tujuannya untuk memojokkan pemuda tersebut dan sekaligus mengokohkan
markasnya.
Pemuda muslim itupun menerima tantangan debat tersebut.

Sang pendeta berkata,
"Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan dan anda harus
menjawabnya dengan tepat."
Si pemuda tersenyum dan berkata,
"Silahkan!

Sang pendeta pun mulai bertanya,
# 1.. Sebutkan satu yang tiada duanya,

# 2.. dua yang tiada tiganya,

# 3.. tiga yang tiada empatnya,

# 4.. empat yang tiada limanya,

# 5.. lima yang tiada enamnya,

# 6.. enam yang tiada tujuhnya,

# 7.. tujuh yang tiada delapannya,

# 8.. delapan yang tiada sembilannya,

# 9.. sembilan yang tiada sepuluhnya,

# 10.. sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh,

# 11.. sebelas yang tiada dua belasnya,

# 12.. dua belas yang tiada tiga belasnya,

# 13.. tiga belas yang tiada empat belasnya.

# 14.. Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh!

# 15.. Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya?

# 16.. Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam surga?

# 17.. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak menyu-
kainya?

# 18.. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan
ibu!

# 19.. Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diadzab dengan
apidan siapakah yang terpelihara dari api?

# 20.. Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yg diadzab dengan
batu dan siapakah yang terpelihara daribatu?

# 21.. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar!

# 22.. Pohon apakah yang mempu-nyai 12 ranting, setiap ranting
mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan
dan dua di bawah sinaran matahari?"

Mendengar pertanyaan tersebut pemuda itu ter-senyum dengan
senyuman mengandung keyakinan kepada Allah. Setelah membaca basmalah
ia berkata,
# 1.. Satu yang tiada duanya ialah Allah SWT.

#2.. Dua yang tiada tiganya ialah malam dan siang. Allah SWT
berfirman, "Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda
(kebesaran kami)." (Al-Isra':12).

# 3.. Tiga yang tiada empatnya adalah kekhilafan yang dilakukan Nabi
Musa ketika Khidir menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil
dan ketika me-negakkan kembali dinding yang hampir roboh.

# 4.. Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan al-
Qur'an.

# 5.. Lima yang tiada enamnya ialah shalat lima waktu.

# 6.. Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah hari ke-tika Allah SWT
menciptakan makhluk.

# 7..Tujuh yang tiada delapannya ialah langit yang tujuh lapis. Allah
SWT berfirman, "Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis.
Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah
sesuatu yang tidak seimbang." (Al-Mulk:3).

# 8.. Delapan yang tiada sembilannya ialah malaikat pemikul Arsy ar-
Rahman. Allah SWT berfirman,"Dan malaikat-malaikat berada dipenjuru-
penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat
menjunjung 'Arsy Rabbmu di atas(kepala) mereka." (Al-Haqah: 17).

# 9.. Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu'jizat yang diberikan
kepada Nabi Musa : tongkat, tangan yang bercahaya, angin topan, musim
paceklik, katak, darah, kutu dan belalang

# 10.. Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah ke-baikan. Allah SW
berfirman, "Barangsiapa yang berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh
kali lipat." (Al-An'am: 160).

# 11.. Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah saudara-saudara
Yusuf.

# 12.. Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah mu'jizat Nabi Musa
yang terdapat dalam firman Allah, "Dan (ingatlah) ketika Musa memohon
air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, 'Pukullah batu itu dengan
tongkatmu.' Lalu memancarlah dari padanya dua belas mata air." (Al-
Baqarah: 60).

# 13.. Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah saudara Yusuf
ditambah dengan ayah dan ibunya.

# 14.. Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah
waktu Shubuh. Allah SWT ber-firman, "Dan waktu subuh apabila fajarnya
mulai menying-sing. " (At-Takwir:1)

# 15.. Kuburan yang membawa isinya adalah ikan yang menelan Nabi Yunus
AS.

# 16.. Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam surga adalah saudara-
saudara Yusuf,yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya,"Wahai ayah
kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami tinggalkan
Yusuf di dekat barang-barang kami,lalu dia dimakan serigala." Setelah
kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepadamereka," tak ada cercaaan
ter-hadap kalian." Dan ayah mereka Ya'qub berkata, "Aku akan
memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang."

# 17.. Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah
suara keledai. Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya sejelek-jelek suara
adalah suara keledai." (Luqman: 19).

# 18.. Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapak dan ibu adalah Nabi
Adam, malaikat, unta Nabi Shalih dan kambing Nabi Ibrahim.

# 19.. Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diadzab
dengan api ialah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi
Ibrahim. Allah SWT berfirman, "Wahai api dinginlah dan selamatkan
Ibrahim." (Al-Anbiya': 69).

# 20.. Makhluk yang terbuat dari batu adalah unta Nabi Shalih, yang
diadzab dengan batu adalah tentara bergajah dan yang terpelihara dari
batu adalah Ash-habul Kahfi (penghuni gua).

# 21.. Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalah
tipu daya wanita, sebagaimana firman Allah SWT, "Sesungguhnya tipu
daya kaum wanita itu sangatlah besar." (Yusuf: 2)

# 22.. Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting mempunyai
30 daun, setiap daun
mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua di bawah sinaran
matahari maknanya: Pohon adalah tahun, ranting adalah bulan, daun
adalah hari dan buahnya adalah shalat yang lima waktu, tiga
dikerjakan di malam hari dan dua di siang hari.

Pendeta dan para hadirin merasa takjub mende-ngar jawaban pemuda
muslim tersebut.Kemudian ia pamit dan beranjak hendak pergi. Namun ia
mengurungkan niatnya dan meminta kepada pendeta agar menjawab satu
pertanyaan saja. Permintaan ini disetujui oleh sang pendeta.
Pemuda ini berkata, "Apakah kunci surga itu?"
mendengar pertanyaan itu lidah sang pendeta menjadi kelu, hatinya
diselimuti keraguan dan rona wajahnya pun berubah.
Ia berusaha menyembunyikan kekhawatirannya, namun hasilnya nihil.
Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mendesaknya agar menjawab
pertanyaan tersebut, namun ia berusaha mengelak.

Mereka berkata,
"Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan semuanya ia jawab
sementara ia hanya memberimu satu pertanyaan namun anda tidak mampu
menjawabnya! "
Pendeta tersebut berkata,
"Sungguh aku mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut, namun aku
takut kalian marah. " Mereka menjawab, "Kami akan jamin keselamatan
anda."
Sang pendeta pun berkata, "
Jawabannya ialah: Asyhadu an La Ilaha Illallah wa'asyhaduanna Muhammadar
Rasulullah."

Lantas sang pendeta dan orang-orang yang hadir di gereja itu
memelukagama Islam. ALLAHU AKBAR! Sungguh Allah telah menganugrahkan
kebaikan dan menjaga mereka dengan
Islam melalui tangan seorang pemuda muslim yang bertakwa.

Semoga Kisah ini dapat menambah kuat Iman kita sebagai seorang Muslim, dan jika Kisah ini di baca oleh orang non muslim,
semoga dia sadar dan memeluk Agama yang paling Benar, Agama ALLAH SWT.
Silahkan Di share 

Kecerdasan Ali bin Abi Thalib

Ali bukanlah milik syi’ah dan Utsman pun bukanlah milik sunni, keduanya adalah hamba-hamba Allah yang sangat saleh, keduanya adalah menantu Nabi, dan keduanya pun sama-sama dicintai oleh Nabi Muhammad saw. oleh karena itu keduanya bukanlah syi’ah ataupun sunni, tetapi keduanya adalah muslim yang menjadi sahabat terbaik Nabi dan mukmin yang telah dijanjikan menjadi penduduk surga oleh Allah SWT.
Sesungguhnya Rasulullah saw. telah bersabda:
“Janganlah mencela para sahabatku! Janganlah kalian mencela para sahabatku! Demi Dzat yang menguasai jiwaku, seandainya salah seorang dari kalian berinfak emas sebesar gunung Uhud, kadarnya tetap tidak akan dapat menandingi satu mud yang telah diinfakkan seorang dari sahabatku.” [1]
Antara Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali, tidak ada yang dilebihkan satu sama lain oleh Rasulullah saw. Mereka masing-masing punya kedudukan terhormat di mata Nabi dan sama-sama dicintai oleh Nabi. Adapun bagaimana kedudukan Ali bin Abi Thalib di mata Rasulullah saw. digambarkan pada kisah berikut:
Ketika Ali menanyakan mengapa hanya dirinya ditugasi menjaga keluarganya oleh Rasulullah saw. sedangkan saat itu dirinya sangat ingin pergi bersama Rasulullah saw. ke mendan tempur perang Tabuk. Rasulullah saw. kemudian berkata kepada Ali:
“Tidak relakah engkau memiliki kedudukan di sisiku seperti kedudukan Harun di sisi Musa. Hanya saja, tidak ada nabi setelahku.” [2]
Jadi janganlah kita menisbatkan salah satu dari keempat sahabat ini dengan firqah-firqah golongan, hingga kita akhirnya menjadi sungkan untuk belajar dari kearifan keempat sahabat Nabi ini dan menyerap semua kebaikan dan petuah yang terpancar dari mereka.
Janganlah kita melampaui apa yang menjadi wilayah kekuasaan dan hak Allah Ta’ala dalam menghakimi mana yang salah mana yang benar. Cukuplah saja hanya Allah Yang Maha Mengetahui dan menjadi Hakim Yang Maha Adil tentang keimanan dan kesalehan dari keempat sahabat ini.
ILMU ITU PUNYA AHLAK, DAN AHLAK ITU HARUS DENGAN ILMU
Ali dikenal sebagai sahabat Nabi yang sangat menghargai ilmu, menghormati orang yang telah mengajarinya ilmu, dan karena kecerdasannya pula sekalipun dihadapkan pertanyaan-pertanyaan yang aneh dan lugu, tetapi Ali tetap melayaninya dengan cara dan jawaban yang arif.
Ali pula yang mengajarkan bahwa ilmu dan ahlak adalah satu kesatuan, dan petuahnya yang terkenal mengungkapkan ciri-ciri orang yang berilmu sejati:
Wahai para pencari ilmu, sesungguhnya ada tiga ciri utama seorang yang berilmu (alim), yaitu ia mengetahui dan mengenal Allah, apa yang disukai Allah, dan apa yang dibenci Allah.
Kepada yang berilmu khususnya para Faqih (orang yang paham terhadap syariat Islam), Ali menasehati:
Maukah kalian kuberi tahu tentang al-Faqih Haqq al-Faqih (yang paling utama di antara para Faqih)?
Ia adalah seorang yang tidak memutuskan harapan manusia dari rahmat Allah,
Ia adalah seorang yang tidak mendorong manusia untuk bermaksiat kepada Allah,
Ia adalah seorang yang tidak membuat manusia merasa aman dari murka Allah,
dan Ia adalah seorang yang tidak meninggalkan al-Qur’an karena membencinya lalu ia berpaling kepada yang lain.
Ketahuilah, tidak ada kebaikan dalam ibadah yang tidak disertai pengetahuan, tidak ada kebaikan dalam pengetahuan yang tidak disertai pemahaman, dan tidak ada kebaikan dalam pembacaan yang tidak disertai menelaahnya.
Kepada para pencari ilmu pun Ali menasehatinya:
Kedudukan seorang yang berilmu (alim) itu seperti orang yang sedang berpuasa dan berjuang di jalan Allah. Ia bagaikan setandan kurma yang hendak jatuh memberimu manfaat. Oleh karena itu hendaklah seorang murid harus menghormati guru, menghargainya, dan duduk sopan di hadapannya. Ketika guru tidak hadir, berharaplah agar ia segera kembali dan terimalah dengan baik ketika ia kembali. Janganlah murid mencari-cari aib dan rahasia gurunya, tidak pula ber-ghibah tentang gurunya. Murid hendaknya senantiasa mendoakan keselamatan bagi gurunya.
Akhirnya baik kepada yang berilmu dan yang mencari ilmu, Ali mengingatkan:
Pelajarilah ilmu dan ajarkanlah kepada manusia. Pelajarilah kemuliaan diri dan kehormatan diri. Bersikap rendah hatilah kepada orang yang mengajari dan yang kau ajari. Janganlah menjadi seorang berilmu yang sewenang-wenang agar ilmumu tidak dikalahkan oleh kebodohan.
Beberapa contoh lain yang menggambarkan kecerdasan dan kepahaman agama yang luas dari Ali bin Abi Thalib, silahkan baca artikel-artikel berikut:
* Apa Yang Tidak Diketahui Allah
* Rahasia Angka Ali bin Abi Thalib
MENYUGUHKAN SURGA LEBIH BAIK DARIPADA MENGANCAM DENGAN NERAKA
Suatu hari ada orang yang pernah bertanya kepada Ali, tentang tentang kemuliaan hari Jum’at, bulan Ramadhan, dan amalan yang paling utama. Inilah jawaban Ali yang mampu memotivasi orang-orang untuk tetap selalu bersemangat ibadah:
Memang benar amalan paling dimuliakan oleh Agama adalah menunaikan Shalat tepat pada waktunya.
Namun Agama lebih menginginkan agar engkau senantiasa bisa membuat Allah ridho dengan amalan yang telah engkau perjuangkan.
Memang benar bulan paling dimuliakan Agama adalah Ramadhan.
Namun Agama lebih menginginkan agar engkau selalu berada di bulan yang di dalamnya banyak bertaubat.
Memang benar hari paling dimuliakan adalah Jum’at.
Namun Agama lebih menginginkan agar engkau mati di hari saat engkau dalam keadaan beriman. [3]
Kearifan Ali dalam menjawab telah mengenyahkan pandangan bahwa kurang mulianya beribadah dan mati di luar hari Jum’at dan bulan Ramadhan. Untuk memotivasi orang-orang agar lebih bersemangat tentunya akan lebih baik bila kita menyuguhkan surga kepada mereka daripada menakuti-nakuti dengan adzab neraka. Dengan begitu, akan tumbuh rasa cinta kepada Allah karena apa yang mereka lihat dari Allah adalah kasih sayang-Nya bukan murka-Nya.
Dengan memahami bahwa Islam itu adalah agama yang indah, mungkin kita pun tidak lagi akan menjadikan shalat fardhu sebagai sebuah kewajiban karena takut akan adzab neraka, tetapi telah menjadi sebuah kecintaan kepada Allah SWT. karena keridhoan dan kasih sayang Allah, melebihi keindahan surga-Nya.
Dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang luar biasa pun, Ali tetap santun dan arif tidak serta merta emosi karena pada dasarnya adakalanya mereka dalam kondisi benar-benar tidak tahu atau memang benar-benar punya tujuan mulia. Berikut adalah salah satu kisah kearifan Ali dalam berdakwah:
Suatu hari Abu Bakar pernah kedatangan seorang pastor dari luar Arab. Dikatakan oleh pastor tersebut maksud kedatangannya: “Aku dari negeri Roma dan aku datang membawa kantung berisi emas dan perak. Aku ingin bertanya kepada penjaga umat islam tentang beberapa masalah. Jika dia dapat menjawab maka aku akan mentaati perintahnya dan hartaku di hadapan kalian akan aku berikan kepadanya. Tetapi jika dia tidak dapat menjawabnya maka aku akan kembali ke negeriku.”
Abu Bakar berkata: “Bertanyalah sesuka hatimu.”
Pastor berkata: “Demi Allah, aku tidak akan berbicara sebelum anda memberiku jaminan berada di dalam keadaan aman dan dari kemarahan teman-temanmu.”
Abu Bakar berkata: “Aku jamin keamanan kamu dan tidak akan apa-apakan kamu, tanyalah apa yang ingin kamu ingin mengetahui.”
Pastor berkata: “Beritahukan kepadaku tentang sesuatu yang tidak Allah miliki, sesuatu yang tidak ada pada Allah dan sesuatu yang tidak Allah ketahui?”
Abu Bakar gementar dan tidak mampu menjawab. Kemudian pastor itu bangun hendak keluar.
Lalu Abu Bakar berkata: “Wahai musuh Allah, sekiranya kita tidak membuat perjanjian tadi, niscaya aku basahi tanah ini dengan darahmu!”
Kebetulan Salman al-Farisi ada di situ, beliau bangkit dan pergi mencari Ali bin Abi Thalib yang sedang duduk bersama Hasan dan Husein di dalam rumah. Salman menceritakan kejadian yang baru saja terjadi kepada Ali. Maka Ali bangun dan pergi bersama Hasan dan Husain ke masjid. Ketika orang ramai melihat Ali, mereka bertahmid dan mereka segera mendekati Ali.
Ali masuk dan duduk.
Lalu Abu Bakar berkata: “Wahai pastor, tanyalah kepadanya, dialah orang yang kamu cari.”
Pastor pun menghadap Ali dan berkata: “Wahai lelaki, siapa namamu?”
Ali menjawab: “Namaku di kalangan Yahudi ialah Ilyan dan di kalangan Nasrani ialah Ilya. Sedang menurut ayahku, namaku adalah Ali dan menurut ibuku namaku adalah Haidarah.”
Pastor bertanya lagi: “Apa hubungan kamu dengan nabimu?”
Ali menjawab: “Beliau adalah saudaraku, mertuaku, dan putra pamanku.”
Pastor berkata lagi: “Kamu adalah temanku, demi Tuhannya Isa. Beritahukan kepadaku tentang sesuatu yang tidak Allah miliki, sesuatu yang tidak ada pada Allah dan sesuatu yang tidak Allah ketahui?”
Ali menjawab: “Yang tidak Allah miliki ialah bahwa Allah Maha Esa, tidak memiliki isteri dan anak. Sesuatu yang tidak ada pada Allah ialah perbuatan zalim terhadap sesiapa (dan apapun). Dan sesuatu yang tidak Allah ketahui ialah Allah tidak mengetahui akan adanya sekutu bagi Nya dalam kerajaan-Nya.”
Pastor itu bangun dan lalu memegang kepala Ali dan menciumi antara kedua matanya, seraya berkata: “Kamu adalah sumber agama dan hikmah. Aku telah membaca dalam Taurat namamu Ilyan dan dalam Injil adalah Ilya. Beritahu kepadaku bagaimana keadaan kaummu?”
Ali menjawab pertanyaan itu dengan sebuah penjelasan. Lalu pastor itu bangun dan menyerahkan seluruh hartanya kepada Ali dan kemudian pastor itu pulang kepada kaumnya.
ISLAM ITU RAHMATAN LIL’ALAMIN
Saat menjadi khalifah, Ali pernah berjalan-jalan di Kufah lalu melihat dengan yakin baju zirah perangnya namun saat itu berada di tangan seorang Nasrani. Ali tidak tahu bagaimana bisa baju zirah perangnya ada di tangan Nasrani tersebut. Sekalipun Ali telah meyakinkan Nasrani tersebut bahwa itu adalah baju zirahnya, namun Nasrani tetap bersikukuh itu miliknya.
Karena tidak menghasilkan mufakat, Ali pun membawa perkara ini ke pengadilan. Yang menjadi hakim (qadi) saat itu adalah Syarih bin al-Harits.
Syarih bertanya kepada Nasrani tersebut: “Apa pembelaanmu atas apa yang diklaim oleh Amirul Mukminin?”
Nasrani itu menegaskan: “Baju zirah ini milikku, Amirul Mukminin tidak berhak menuduhku!”
Syarih kemudian berpaling kepada Ali: “Wahai Amirul Mukminin, apakah engkau punya bukti bahwa itu adalah baju zirahmu?”
Ali menjawab: “Engkau benar Syarih, aku tidak punya bukti apapun.”
Syarih bertanya kembali: “Atau apakah engkau punya saksi-saksi?”
Ali menjawab: “Ada, Hasan.”
Syarih menegur: “Tidak bisa, Hasan tidak bisa menjadi saksi karena ia adalah anakmu.”
Ali berkata: “Wahai Syarih, bukankah engkau pernah mendengar sabda Rasulullah saw. bahwa Hasan dan Husain adalah dua orang pemimpin surga?”
Syarih mengingatkan Ali: “Sekalipun begitu, syari’at Islam tetap tidak membenarkan anak-anakmu menjadi saksi.”
Ali mengakui apa yang dikatakan Syarih tersebut, dan akhirnya Syarih memutuskan bahwa baju zirah tersebut adalah milik orang Nasrani.
Namun setelah Nasrani tersebut menerima kembali baju zirahnya, tak lama kemudian ia kembali menemui Ali dan Syarih seraya berkata: “Aku bersaksi bahwa hukum seperti ini adalah hukum para Nabi. Amirul Mukminin membawaku kepada hakim yang diangkat olehnya dan ternyata hakim tersebut menetapkan keputusan yang memberatkan Amirul Mukminin. Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Demi Allah, baju zirah ini sebenarnya adalah milikmu wahai Amirul Mukminin. Saat itu aku mengikuti pasukanmu menuju perang Shiffin, dan aku mengambil beberapa barang dari kendaraanmu.”
Mendengar hal itu Syarih dan Ali tersenyum, Ali pun berkata: “Karena kau telah ber-Islam, maka ambillah baju zirah ini untukmu.” Laki-laki itupun sangat senang dengan hadiah yang diberikan Ali tersebut.
LEBIH MENYUKAI JADI PELAYAN DARIPADA JADI PEMIMPIN
Seandainya saja berkehendak, Ali sebenarnya sangat berpeluang besar menjadi khalifah ketiga pengganti Umar, karena saat itu Utsman lebih memilih Ali untuk menjadi khalifah ketiga. Namun karena sudah menjadi sifat mulia para sahabat Nabi, Ali ternyata lebih memilih Utsman daripada menerima jabatan khalifah.
Begitupun di saat Ali kembali dicalonkan sebagai khalifah keempat, Ali malah berkata:
“Tinggalkanlah aku, dan carilah orang lain yang lebih baik dari diriku… Daripada harus menjadi pemimpin, lebih baik aku menjadi pelayan untuk kalian.” [4] [5]
Apa yang menjadi dasar Ali dicalonkan kembali menjadi khalifah keempat? Pertama, karena para sahabat Nabi lainnya pun sama menolak jabatan khalifah seperti di antaranya: Zubair bin al-Awwam, Thalhah bin Ubaidilah, Sa’ad bin Abi Waqqash, dan Abdullah bin Umar. Akhirnya orang-orang pun kembali membujuk Ali dan kali ini lebih didukung oleh kaum Anshar dan Muhajirin serta para sahabat Nabi seperti Thalhah bin Ubaidilah, Zubair bin al-Awwam, Abdullah bin Umar, dan Sa’ad bin Abi Waqqash. Kedua, karena Ali lebih punya hubungan dekat dengan Nabi dibandingkan kandidat lainnya.
Lalu mengapa Ali kemudian menerima untuk di-bai’at menjadi khalifah? Ini tak lain dari sebuah pilihan yang sangat berat, satu sisi Ali enggan untuk menjadi pemimpin, tetapi di sisi lain kondisi kaum muslimin sangat genting terpecah belah dan harus sesegera mungkin dipersatukan kembali. Saat Ali didesak untuk di-bai’at, ia berkata:
“Sesungguhnya aku tidak menyukai perkara yang kalian bebankan kepadaku. Aku menerimanya demi kebaikan dan kepentingan kalian. Aku tidak ada artinya tanpa kalian…
Wahai manusia, sungguh ini merupakan perkara yang sangat berat. Tidak ada seorang pun yang berhak menetapinya kecuali yang kalian percayai…
Apakah kalian ridho?”
Mereka menjawab: “Ya kami ridho.”
Ali lalu berdoa: “Ya Allah, saksikanlah mereka.” [5]
Seandainya Ali tetap menolak menjadi khalifah, berarti ia membiarkan kaum muslimin semakin terpuruk dan ini bukanlah sifat seorang muslim. Tetapi di sisi lain sebagaimana ahlak mulia para sahabat Nabi, Ali tidak pernah meminta jabatan khalifah. Atas pertimbangan kemaslahatan umat yang lebih besar yang harus didahulukan di atas prinsip dan kepentingan pribadinya, akhirnya Ali menerima untuk di-bai’at menjadi khalifah keempat setelah Utsman.
ANTARA ALI DAN AISYAH
Setelah peperangan Jamal reda, Ali kemudian mendekati Aisyah seraya berkata: “Wahai ibunda orang-orang yang beriman (Ummul Mukminin), bagaimanakah keadaanmu?” Aisyah menjawab: “Keadaanku baik.”
Ali kemudian berkata: “Semoga Allah mengampuni kami dan engkau.” Aisyah menjawab: “Semoga Allah mengampuniku dan mengampunimu.”
Lalu Ali melepas Aisyah untuk pulang kembali ke Madinah dan mengirimkan pasukan untuk mengawalnya pulang dengan selamat. Sesaat sebelum berangkat pulang, Aisyah berpaling kepada kerumunan pasukan Ali dan berkata:
Wahai mukminin, kita telah telah saling mencela satu sama lain. Mulai saat ini, jangan ada lagi di antara kalian yang memusuhi saudaranya untuk urusan seperti ini. Demi Allah sesungguhnya apa yang terjadi antara diriku dan Ali adalah seperti yang terjadi antara ibu dan anak yang dilindunginya. Dan sesungguhnya Ali termasuk di antara kalangan yang terbaik.
Mendengar hal itu Ali membalasnya: “Demi Allah, engkau benar wahai Ummul Mukminin. Apa yang terjadi antara diriku dan Aisyah tidak lebih dari itu. Sesungguhnya ia adalah istri dari Nabi kalian di dunia dan akhirat.”
Ali turun mengantarkan langsung kepulangan rombongan Aisyah hingga berpisah di suatu tempat di dekat Madinah.
ANTARA ALI DAN MUAWIYAH
Muawiyah meriwayatkan sebuah hadits yang langsung didengarnya dari Rasulullah saw. yang telah bersabda: “Tidak relakah engkau memiliki kedudukan di sisiku seperti kedudukan Harun di sisi Musa. Hanya saja, tidak ada nabi setelahku.” [2]
Itu adalah hadits yang mengutarakan kedudukan Ali bin Abi Thalib di mata Rasulullah saw. yang disaksikan oleh Muawiyah. Jadi tentunya Muawiyah tahu benar kemuliaan Ali sebagai orang yang beriman, sahabat Nabi, sekaligus sebagai menantu Nabi. Lalu apa yang melatarbelakangi konflik antara Muawiyah dan Ali? Ini dapat dilihat dari beberapa riwayat.
Ibnu Katsir dalam kitabnya al-Bidayah wa al-Nihayah menuliskan:
Sekelompok orang menemui Muawiyah: “Apakah kau memerangi Ali karena kau merasa sebanding dengannya?”
Muawiyah menjawab: “Demi Allah, aku tahu Ali lebih baik dariku, lebih utama, dan lebih berhak atas kekhalifahan. Tetapi bukankah kalian mengetahui Utsman terbunuh secara zalim? Sedangkan aku adalah anak pamannya dan aku menuntut darahnya serta urusan yang ditinggalkannya. Karena itu sampaikanlah kepada Ali, serahkan para pembunuh Utsman kepadaku, maka aku akan menyerahkan urusan ini kepadanya.”
Ibnu Jarir at-Thabari dalam kitabnya Tarikh at-Thabari menuliskan:
Abu Darda dan Abu Umamah menemui Muawiyah: “Wahai Muawiyah, mengapa kamu memerangi laki-laki ini (Ali bin Abi Thalib)? Demi Allah, ia jauh lebih dulu masuk Islam dibandingkan engkau atau ayahmu, dan ia lebih dekat dengan Rasulullah saw. dibandingkan engkau, dan ia lebih berhak atas kekhalifahan dibandingkan engkau.”
Muawiyah menjawab: “Aku memeranginya untuk menuntut darah Utsman. Karena itu temuilah Ali, lalu mintalah kepadanya agar ia menyerahkan pembunuh Utsman kepadaku. Jika ia menyerahkannya, niscaya aku akan menjadi orang Syria pertama yang mem-bai’at dirinya.”
KATA-KATA BIJAK ALI BIN ABI THALIB
Sungguh aku merasa malu kepada Allah jika dosa-dosaku lebih besar dari ampunan Allah kepadaku.
Sungguh aku merasa malu kepada Allah jika kebodohanku lebih besar dari kesadaranku.
Sungguh aku merasa malu kepada Allah jika kekikiranku tidak menutupi kedermawananku.
– Ali bin Abi Thalib –
Berikut rangkaian kata-kata bijak dari Ali bin Abi Thalib:
* Orang yang layak diberi wewenang untuk menegakkan perintah Allah adalah orang yang tidak berleha-leha, tidak bermalas-malasan, dan tidak suka mengikuti hasrat perut.
* Ucapan dan kebijakan yang baik sering mendapatkan fitnah dari orang-orang yang tidak menyukai kebaikan.
* Sedikit tapi istiqomah lebih baik daripada banyak tapi disertai rasa bosan.
* Ketakwaan adalah induk ahlak.
* Jangan merasa tenang dengan apa yang belum terjadi dan jika sesuatu telah terjadi, jalanilah dengan ketegaran dan ketabahan.
* Sikap qana’ah dan menerima adalah milik yang paling berharga, sedangkan keindahan ahlak merupakan kenikmatan hidup yang sempurna.
* Setiap wadah akan menyempit ketika diisi, kecuali wadah ilmu yang akan semakin luas.
* Orang yang banyak memberi, akan banyak menerima.
* Orang yang berakal adalah orang yang meletakkan sesuatu pada tempatnya.
* Pahitnya dunia adalah manisnya akhirat, dan manisnya dunia adalah pahitnya akhirat.
* Waspadalah dirimu dari bermaksiat kepada Allah ketika engakau sendirian karena yang menyaksikanmu adalah Yang Maha Bijaksana.
* Seandainya seorang hamba melihat masa depan dan keadaannya di akhirat, tentu ia akan menahan syahwat dan tidak akan berpanjang angan.
* Sungguh aneh orang yang berputus asa sedangkan ia punya kesempatan untuk memohon ampunan.
* Kehormatan diri adalah hiasan kefakiran dan syukur adalah hiasan kekayaan.
* Seorang pendakwah yang tidak beramal bagaikan pemanah tanpa anak panah.
* Dosa yang paling besar adalah yang paling mengusik hati pelakunya.
* Aib paling besar adalah kembali melakukan keburukan yang pernah ia lakukan.
* Di antara amal terbaik seorang hamba adalah mengamalkan apa yang diketahuinya.
* Seburuk-buruknya bekal untuk akhirat adalah dosa.
* Barangsiapa mengenakan rasa malu sebagai pakaiannya, maka manusia tidak akan melihat aibnya.
* Manusia adalah musuh bagi apa-apa yang tidak diketahuinya.
* Balaslah orang yang menggunjingmu dengan berbuat baik kepadanya, dan balaslah kejahatan dengan kebaikan.
* Orang yang memiliki akan terpengaruh oleh apa yang dimilikinya.
* Ketakjuban akan menahan seseorang dari sikap berlebihan.
* Ketamakan dalah keburukan abadi.
* Ornag yang tidak bersabar akan dihancurkan oleh kesulitan.
* Meninggalkan dosa lebih ringan daripada mendapatkan ampunan.
* Binasalah orang yang tidak mengetahui kadar dirinya.
* Jika kau melihat, maka kau akan terlihat. Kau akan mendapat petunjuk jika kau mencarinya. Kau akan didengar jika kau mendengar.
* Seseorang tidak dianggap jujur hingga ia menjaga saudaranya dari tiga hal: dalam kesulitannya, dalam ketidakhadirannya, dalam kematiannya.
* Semangat adalah setengah pencapaian.
* Mintalah rejeki dengan bersedekah.
* Jika Sang Khalik Agung ada dalam pikiranmu, maka semua mahluk akan terlihat kecil di matamu.
* Meluputkan kesempatan adalah awal kehancuran.
* Apa yang bisa dibanggakan anak Adam? Pada awalnya ia hanyalah setetes mani, ujungnya hanya sebujur bangkai. Ia tidak dapat memenuhi rejeki dirinya dan tidak dapat menghalangi musibah atas dirinya.
* Ada dua pecandu yang tidak akan pernah merasa kenyang: orang yang mencari ilmu dan orang yang mencari harta.
* Menggunjing orang adalah pekerjaannya orang-orang yang lemah.
* Seburuk-buruknya saudara adalah yang menjadi beban saudaranya.
* Hati dapat bolak-balik. Ketika hati terlentang, bawalah ia untuk melakukan segala ibadah sunat. Saat hati berbalik, batasilah segala geraknya dengan melakukan ibadah wajib.
* Amal yang paling baik adalah amal yang paling dibenci oleh hawa nafsumu.
* Orang yang sombong dan sok tahu akan menggiring dirinya menuju kebinasaan.
* Keutamaan seseorang baru akan diketahui di tengah situasi yang bergejolak.
* Balasan pertama orang yang menyadari keadaan dirinya adalah pertolongan dari orang lain, sehingga ia dapat mengalahkan kebodohan.
* Hati yang berpaling seperti berpalingnya tubuh. Karena itu, carilah puncak-puncak hikmah untuk menggenapkan hatimu.
* Orang yang sabar pasti menang meski butuh waktu yang cukup lama.
* Kebinasaan akan menimpa orang yang mengutamakan pikiran dan pendapat dirinya.
* Bermusyawarah berarti berbagi pikiran dengan orang lain.
* Semakin sempurna akal seseorang, akan semakin sedikit ia bicara.
* Ahli dunia bagaikan penunggang yang berjalan di atas tunggangannya, sedangkan ia dalam keadaan tidur.
SUMBER:
“Kisah Hidup Ali bin Abi Thalib” – Dr. Musthafa Murad, Guru Besar Universitas al-Azhar Kairo.
FOOTNOTE:
[1] H.R. Bukhari
[2] H.R. Bukhari
[3] Nashaihul Ibad – Imam Nawawi al-Bantani
[4] Nahj al-Balaghah – Sayid Syarif Radhi
[5] Tarikh at-Thabari – Ibnu Jarir at-Thabari
Copy from http://dokter-hanny.blogspot.com/2010/10/kecerdasan-yang-membuat-agama-terasa.html

Kalam Dakwah

Kejayaan, kebahagiaan, kemuliaan, dan kesuksesan makhluk ada dalam kekuasaan Allah SWT.
Allah yang menciptakan. Allah yang memelihara. Allah yang memberi rizki.
Allah menciptakan suasana dan keadaan.
Allah menciptakan sesuatu dengan kudrat dan iradat Nya tanpa bantuan makhluk.
Segala yang nampak ataupun yang tidak nampak berasal dari khazanah Allah.
Untuk kejayaan, kebahagiaan, kemuliaan, dan keselamatan umat manusia Allah telah menghantarkan Agama Islam yang sempurna.
Agama adalah seluruh perintah Allah ikut sunnah Rasulullah saw.
Ketiadaan dan kekurangan dalam amal agama akan menyebabkan kerugian, penderitaan, kegagalan, dan kehinaan baik di dunia maupun di akhirat yang kekal abadi selama-lamanya.
Agama penting namun usaha atas agama jauh lebih penting.
Agama lebih penting dari tanah, air, api, dan udara.

Bagaimana agama dapat wujud dalam diri kita dan seluruh umat serta dapat tersebar ke seluruh alam sampai hari kiamat?
Jawabnya :
Hanya ada satu cara, yaitu dengan usaha dan cara Rasulullah saw, tidak dapat dengan cara lain.

Sebagaimana kita melihat hanya dengan mata, mendengar dengan telinga, berbicara dengan mulut, berjalan dengan kaki, dan sebagainya.
Rasulullah saw adalah penutup para Nabi. Allah SWT tidak akan menurunkan Nabi lagi, tetapi tugas kenabian harus tetap berlanjut sampai hari kiamat.
Siapakah yang akan meneruskan Usaha Kenabian?

Maka Allah telah memilih dan menerima umat ini bertanggungjawab untuk meneruskan Usaha Kenabian.
Apakah Usaha Rasulullah saw itu? Usaha Rasulullah saw adalah kumpulan dari beberapa usaha amal, yaitu :

  1.  Usaha Dakwah ila Allah 
  2. Usaha menghidupkan Taklim wa Ta’allum 
  3. Usaha Dzikir Ibadah dan menambah kekuatan Doa 
  4. Usaha Khidmat (bergaul sesama makhluk dengan akhlak Rasulullah saw. 
Sebagai contoh usaha pertanian ialah kumpulan dari beberapa hal yaitu harus ada sawah, air, benih, alat, dan petani. Apabila salah satu unsure tadi tidak ada maka usaha pertanian tidak dapat berjalan. Demikian juga dengan Usaha R asulullah saw, apabila salah satu amalan tidak dapat dihidupkan maka Usaha Rasulullah tidak dapat berjalan.

Usaha Rasulullah saw dapat dijalankan dengan 5 amal Maqami, yaitu :

  1. Musyawarah Harian 
  2. 2,5 jam silaturrahmi 
  3. Taklim di Masjid dan Taklim di Rumah 
  4. Jaulah di masjid sendiri dan jaulah di masjid tetangga 
  5. Keluar 3 hari tiap bulan Agar 
Usaha dan amalan tersebut dapat terwujud harus dijalankan dengan 6 sifat dalam diri kita, yaitu :
  1. Iman yang benar kepada Allah SWT 
  2. Cara Rasulullah saw 
  3. Mengetahui nilai amal 
  4. Tawajuh kepada Allah 
  5. Ikhlash 
  6. Mujahadah Nafsu 
 Untuk menjalankan Usaha Rasulullah harus dikerjakan dengan berjamaah, karena Nusratullah bersama dengan jemaah.
Apakah jemaah itu ? Jemaah adalah berkumpulnya ahlul haq dalam suatu tempat yang memiliki syarat-syarat tertentu yaitu :

  1. Fikir yang sama sebagaimana fikir Rasulullah saw
  2. Maksud dan tujuan yang sama 
  3. Semangat dan gerak yang sama 
  4. Pembicaraan yang sama dalam perkara yang sama 
  5. Kefahaman agama yang sama atas perkara yang sama 
  6. Satu hati dan kasih sayang 
Apabila Usaha, Amalan, Sifat, dan Syarat-Syarat tersebut dapat wujud pada diri seseorang, satu jemaah, rumah, tempat usaha, masjid dan kampung selama 24 jam, maka :
  1. Allah akan jadikan asbab turunnya hidayah bagi semua umat di seluruh alam sampai hari kiamat. 
  2. Allah akan menjaga rumah, tempat usaha, masjid, dan kampung kita sebagaimana Allah menjaga baitullah dari serangan tentara Abrahah. 
  3. Allah menjaga keluarga dan keturunan kita sebagaimana Allah menjaga keturunan Nabi Ibrahim 
  4. Allah akan memberikan keberkahan rizki dan rizki yang tidak disangka-sangka 
  5. Allah akan tegakkan yang haq dan hancurkan yang bathil 
  6. Allah akan mengangkat pemimpin-pemimpin yang adil. 
  7. Allah akan jaga diri kita dari fitnah dunia dan fitnah dajjal. 
Agama penting namun usaha atas agama jauh lebih penting.
Bagaimana menjadikan agama dan usaha atas agama menjadi maksud dan tujuan hidup kita.
Pentingnya usaha dan cara tersebut di atas, maka setiap orang apapun profesinya dan strata sosialnya perlu untuk mempelajarinya.
Untuk memahami usaha dan cara tersebut diperlukan pengorbanan fikir, waktu, diri, dan harta.
Kepahaman kita terhadap usaha dan cara tersebut tergantung pada seberapa besar pengorbanan kita. Semakin besar pengorbanan kita maka semakin banyak kepahaman yang akan Allah SWT berikan kepada kita.
Kepahaman dalam usaha dakwah yaitu bagaimana maksud hidup kita untuk usaha dakwah.
Usaha untuk menjadikan :

  1. Masjid kita seperti masjid Nabawi dizaman Rasulullah saw 
  2. Kampung kita seperti Kampung Madinah di zaman Rasulullah saw 
  3. Rumah kita seperti Rumah shahabat. 
Untuk tahap awal. Usaha dan cara tersebut dengan meluangkan waktu :
  1. 1. 2,5 jam setiap hari 
  2. 3 hari setiap bulan 
  3. 40 hari setiap tahun 
  4. 4 bulan seumur hidup 

PENILAIAN DALAM KURIKULUM 2013


§ Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar Peserta Didik
§ Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan
§  Penilaian dapat dilakukan selama pembelajaran berlangsung (penilaian proses) dan setelah pembelajaran usai dilaksanakan (penilaian hasil/produk)
APLIKASI RAPOT K13 KELAS 1,2,4,5 TERBARU
sumber widyaiswara LPMP Jateng: Drs. Sriwasono Widodo, M.Pd. dan Mampuono, S.Pd.,M.Kom . Info lebih lanjut ke 085866449380 dowload disini