Bendera Bangsaku

SELAMAT DATANG SOBATKU DI BLOG MAMAT/UCOK/RONI PUTERA JAWA KETURUNAN SUMATERA, ALLAH KUASA MAKHLUQ TAK KUASA LAILAHAILLALLAH MUHAMMADURRASULULLAH

yel

 A.    Pengertian Ice Breaking
      Istilah ice breaking/ice breaker pada mulanya digunakan dalam istilah mekanik yang berkaitan dengan pemecah es. Hal yg sangat menonjol dalam kegiatan ice breaker adalah terciptanya Kapal Pemecah Es pada dekade 1990-an. Teknologi ini menyebar luas di benua Eropa dan sebagian Amerika yg mengalami musim dingin dimana sebagian lautnya selalu mengalami pembekuan air laut.
      Istilah ice breaker dalam dunia pendidikan lebih didasarkan pada makna konotatif dari “memecah kebekuan”. Bedanya kalau di dunia teknik memecah kebekuan “es”, sementara dalam dunia pendidikan lebih diartikan sebagai memecah kebekuan “suasana”
      Menurut Supriadi (2006) icebreaker yang artinya “memecah es” mamiliki makna menghilangkan kebekuan suasana antara peserta pelatihan / peserta didik untuk saling mengenal dan berinteraksi satu sama lain. Menurut M Said (2010) icebreaker adalah permainan atau kegiatan yang berfungsi untuk mengubah suasana kebekuan dalam kelompok agar proses pembelajaran menjadi lebih efektif.
      Menurut Sunarto (2012), Icebreaker dalam pembelajaran dapat diartikan sebagai pemecah situasi kebekuan berpikir atau kebekuan fisik sehingga suasana belajar menjadi lebih dinamis, penuh semangat dan antusias.
      Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa icebreaking adalah segala bentuk kegiatan yang menyenangkan dan mampu memecah kebekuan suasana, kejenuhan berpikir, dan kelelahan fisik peserta didik sehingga proses pembelajaran menjadi lebih dinamis, aktif, dan penuh semangat kembali.
B.     Urgensi ice Breaker dalam Pembelajaran
       Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa kekuatan rata-rata manusia untuk  bisa terus konsentrasi dan fokus dalam situasi yang monoton hanyalah 15 menit, selebihnya pikiran akan beralih pada hal-hal lain yang mungkin sangat jauh dari   tempat di mana ia duduk mengikuti pembelajaran.
       Ketika pikiran tidak bisa terfokus lagi, maka dibutuhkan upaya pemusatan perhatian kembali.  Upaya klasik yang dilakukan guru konvensional adalah dg cara mengeraskan suara atau, menggebrak meja atau mengancam para siswa yg pada akhirnya membuat para siswa tertekan. Ketika kondisi psikologis siswa tertekan, maka akan memunculkan rasa tidak senang bahkan takut, sehingga secara alami akan segera “melarikan diiri” keluar dari keterlibatannya mengikuti pelajaran meskipun secara fisik dia masih berada di tempat duduk semula.
       Hal ini sesuai dg teori yang disampaikan MacLean, bahwa ketika otak berada pada situasi tertekan, maka otak akan berada pada mode “bertempur” atau “kabur” dan beroperasi pada tingkat bertahan untuk hidup.  Artinya siswa akan bersikap menentang dg menunjukkan sikap kontra produktif seperti ngobrol, pukul-pukul meja, corat-coret dsb.
       Menurut teori Gestalt yang dikutip Nasution (1982) menyatakan bahwa belajar tidak mungkin tanpa kemauan untuk belajar, maka kesukaan siswa terhadap sikap yang dilahirkan guru jelas akan memberikan motivasi tersendiri dalam belajar.
       Salah satu upaya yang bisa dilakukan guru untuk membangkitkan motivasi siswa dalam belajar dan membuat suasana belajar menjadi lebih asyik dan menyenangkan adalah dengan melakukan ice breaking di sela-sela proses pembelajaran berlangsung. Banyak jenis ice breaker yang bisa digunakan oleh guru dalam rangka mengoptimalkan proses pembelajaran baik di dalam kelas maupun di luar kelas.
Adapun beberapa jenis ice breaker tersebut antara lain:
  1. Yel-yel
  2. Tepuk Tangan
  3. Gerak Badan
  4. Games
  5. Humor
  6. Lagu
  7. Cerita / Dongeng
  8. Sulap
  9. Audio Visual

1.      Jenis yel-yel
Jenis yel-yel ini sangat efektif dlm menyiapkan aspek psikologi siswa untuk siap mengikuti pelajaran.
Jenis Yel-yel dibedakan menjadi dua model:
a.       Model Mono-Yel artinya Yel-yel yang diucapkan sendiri tanpa ada jawaban atau balasan, Yel-yel ini dibuat oleh masing-masing kelompok untuk memotivasi kelompoknya sendiri di saat akan menyampaikan hasil diskusi, contoh;
            Dengarkan… simak… perhatikan…
            Kelompok Ali presentasi
            Jangan ngobrol sendiri, jangan main sendiri
            Pastinya kamu akan rugi...
            Kelompok Ali….? Pa..sti berprestasi , Yes!!
Contoh Mono-Yel  untuk memulai pelajaran
            Yo ayo… ayo belajar,
            Siapkan buku, dan alat tulis,
            Are You ready???
            Go!!!! (4X)

            Nahnu Muslimun (2X)
            Qur’an kitabii…
            Al ‘Arabiy Lughati…
            Mumtaz (2X),  Eiwah!
b.      Model Interaktif-Yel artinya model Yel-yel yang diucapkan secara bersahutan antara guru dg siswa atau antara siswa dengan siswa, biasanya diucapkan ketika awal pembelajaran, contoh Yel Salam Sapa;
            Guru: Apa kabar pagi hari ini???
            Siswa: Alhamdulillah, Ruarrr biasa, tetap semangat
                             Allahu Akbar….
            Guru: Halloo…
            Siswa: Hai…
            Guru: Hai Hallo…
            Siswa: Hallo Hai…
            Contoh lain Tepuk Angka, kalau Guru menyebutkan angka genap, maka     siswa menjawabnya dengan tepuk dua kali, kalau Guru menyebutkan     angka ganjil maka siswa menjawabnya dengan tepuk satu kali, contoh:
                        Jika disebutkan 5, maka dijawab tepuk 1kali
                        Jika disebutkan 8, maka dijawab tepuk 2 kali
                        Jika disebutkan 13, maka dijawab tepuk 1 kali
                        Jika disebutkan 24, maka dijawab tepuk 2 kali
                        Contoh lain Tepuk Rakaat Shalat,
                        Jika disebutkan magrib, maka dijawab tepuk 3 kali
                        Jika disebutkan subuh, maka dijawab tepuk 2 kali
                        Jika disebutkan isya, maka dijawab 4 kali
c.       Tepuk Membalas Tepuk, artinya setelah guru tepuk, maka siswa membalasnya juga dg tepuk. Dalam tepuk ini dibutuhkan kesepakatan siswa dengan model dan jumlah tepuk. Contoh tepuk dengan rumus 2;1 – 3;2 – 1;banyak :
                        Tepuk 2 kali, dibalas tepuk 1 kali
                        tepuk 3 kali; dibalas tepuk 2 kali
                        tepuk 1 kali; dibalas tepuk banyak
                        pada prakteknya, jumlah tepuk maupun balasan tepuk bisa di bolak -           balik.
d.      Tepuk Membalas Gerak Tubuh atau sebaliknya, artinya setelah guru melakukan gerakan tubuh maka siswa membalasnya dengan gerakan tepuk. Contoh:
                        Jika diangkat 1 jari, maka dijawab dengan tepuk 1 jari
                        Jika diangkat 2 jari, maka dijawab dengan tepuk 2 jari
                        Jika diangkat 3 jari, maka dijawab dengan tepuk 3 jari
                        Jika diangkat 4 jari, maka dijawab dengan tepuk 4 jari
                        Jika diangkat 5 jari, maka dijawab dengan tepuk 5 jari
                        Atau dibalik, tepuk dibalas gerak tubuh, Contoh:
                        Jika tepuk 1 kali, maka dijawab dg pegang hidung
                        Jika tepuk 2 kali, maka dijawab dg pegang telinga
                        Jika tepuk 3 kali, maka dijawab dg pegang kepala
                        Jika tepuk 4 kali, maka dijawab dg pegang pipi sambil berkata                        “Hii…dingin”
2.      Jenis gerak badan
Jenis ice breaker ini bertujuan untuk menggerakkan tubuh setelah beberapa jam berdiam diri dalam aktivitas belajar. Dengan badan bergerak, maka aliran darah akan lancar dan proses berpikir akan menjadi lebih segar kembali. Jenis gerak badan ini biasa juga dikolaborasikan dengan Brain Gym.
Adapun contoh dari jenis ice breaker ini antara lain:
a.       Gerakan silang (Cross Crawl)
            Gerakan ini menyilang antara gerakan tangan kanan bersamaan dengan kaki kiri dan tangan kiri bersamaan dengan kaki kanan.
            atau tangan kanan memegang telinga kiri, sementara tangan kiri memegang hidung, kemudian dibalik secara bergantian. Gerakan ini membantu menggunakan kedua belahan otak secara bersamaan dan harmonis
b.      Gerakan Imajinasi Kaki
            Yaitu gerakan mengangkat satu kaki dengan posisi kedua tangan dilentangkan ke depan, setelah posisi badan seimbang maka kaki digerakkan seolah-olah menulis angka atau huruf sesuai instruksi.
c.        Gerakan Menulis Angka 8 Tidur
            Yaitu gerakan imajinasi tangan menuliskan angka 8 tidur.
d.      Gerakan Senam Jari
            Yaitu gerakan mengacungkan jempol tangan kanan bersamaan dengan acungan kelingking tangan kiri, setelah itu bergantian setererusnya.
e.       Gerakan Senam Tangan
            Yaitu gerakan tangan kanan terkepal memukul ke depan dada, sementara gerakan tangan kiri terbuka bergerak naik turun.
f.       Gerakan Senam COCONUT
            Yaitu gerakan kedua tangan menirukan huruf C-O-C-O-N-U-T diulang semakin cepat.
g.      Gerakan Senam Tembak Tangan
            Yaitu gerakan jari tangan kanan menyerupai pistol, sementara jari tangan kiri diacungkan sesuai jumlah perintah, bisa 1, 2, 3, 4, atau 5
h.      Gerakan Cermin Tipuan
            Yaitu gerakan mengikuti perintah instruktur (cermin) sementara gerakan instruktur tdk selamanya sama dg perintah yg diinstruksikannya.
i.        Gerakan Burung Hantu
Gerakan ini menghilangkan kekakuan yang ada pada kita karena terlalu banyak duduk atau membaca. Urutlah otot bahu kiri dan kanan. Tarik nafas saat kepala berada di posisi tengah, kemudian hembuskan nafas ke samping atau ke otot yang tegang sambil relaks. Ulangi dengan tangan kiri
3.      Jenis games
Games atau permainan adalah jenis ice breaker yang paling membuat siswa menjadi heboh. Siswa didik akan muncul semangat baru yang lebih saat melakukan permainan. Rasa ngantuk menjadi hilang dan sikap apatis berubah menjadi aktif. Melalui games, suasana menjadi cair sehingga setelahnya kondisi belajar menjadi lebih kondusif.
Hal-hal yang harus diperhatikan guru dalam memilih permainan yang akan digunakan sebagai ice breaker antara lain:
a.       Faktor Keselamatan
b.      Faktor Waktu
c.       Faktor Peralatan
d.      Faktor Edukasi
e.       Secara umum, Games dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu games yg dimainkan perorangan, dan games yg dimainkan secara kelompok.
Adapun beberapa contoh games yg bisa digunakan sbg ice breaker antara lain:
a.  Permainan “Angin Berhembus”, dg langkah2 sbb:
·      Aturlah kursi siswa membentuk lingkaran
·      Jelaskan kpd siswa aturan permainan, utk putaran pertama, guru bertindak sbg pemandu
·      Pemandu sbg angin pertama akan mengatakan “angin berhembus kepada yg memakai…..
·      Siswa yg disebut ciri-cirinya harus berpindah duduk, guru sbg angin
·      ikut berebut kursi sehingga akan ada siswa yg tdk kebagian kursi yg kemudian menjadi pemandu. Dan permaianan pun dilanjutkan.
b.  Permainan “Bercermin”, dg langkah2 sbb:
·      Mintalah setiap siswa berpasangan, satu orang menjadi bayangan di cermin, dan satu orang lagi menjadi orang yang bercermin.
·      Orang yang menjadi bayangan harus mengikuti gerak-gerik orang yang bercermin.
·      Keduanya harus bekerjasama agar bisa bergerak secara kompak dengan kecepatan yg sama.
·      Mintalah siswa untuk mendiskusikan apa pesan dalam permainan ini.
c. Permainan “Perang Bintang”, dg langkah2 sbb:
·      Bagilah siswa mejadi beberapa kelompok
·      Berilah nama masing-masing kelompok dg nama negara Masing-masing kelompok berjumlah 4 orang.
·       Anggota kelompok mendapatkan peran masing-masing (pembidik, logistik, komandan, sneeper).
·      Tugas masing-masing peran adalah mengatakan sbb: (1) pembidik berteriak “bidik”; (2) logistik berteriak “siap”; (3) komandan berteriak “tembak”; dan (4) sneeper berteriak “dor….”
·      Permainan dimulai dari guru, misalnya dg berteriak “Dor Vietnam”
·      Maka kelompok yg disebut hrs sgr menjawab “Bidik-Siap-Tembak-Dor …. (Malayasia)
e.    Permainan “Hujan Rintik-rintik dan Hujan Badan”, dengan langkah2 sbb:
·      Siswa diajak untuk membentuk lingkaran dg berdiri rapat satu sama lain dan posisi saling memunggungi.
·      Guru memberi aba-aba dengan mengatakan RINTIK-RINTIK, maka setiap siswa menusuk-nusuk pundak teman didepannya menggunakan jari-jarinya
·      Jika Guru mengatakan ‘HUJAN” maka semua siswa memukul-mukulkan ke pundak temannya dengan menggunakan sisi tangannya.
·      Jika Guru mengatakan “BADAI” maka setiap siswa memijat-mijat pundak teman di depannya.
·      Kegiatan ini bergantian dengan mengarahkan siswa berbalik badan dan melakukan hal yg sama.
e.  Permainan “Telepati (Jika-Maka”, dengan langkah2 sbb:
·         Bagilah siswa dalam kelas menjadi dua kelompok sama banyak
·         Masing-masing siswa di setiap kelompok menyiapkan selembar kertas dan alat tulis
·         Kelompok pertama yaitu kelompok JIKA, harus menuliskan kalimat bersyarat yang tidak sempurna dg diawali kata JIKA, Contoh Jika Aku …
·         Kelompok kedua yaitu kelompok MAKA, harus menuliskan kalimat jawab syarat dengan menggunakan awalan MAKA. Contoh; Maka Aku akan…. .
·         Guru menyuruh siswa membaca tulisan salah satu perwakilan dari dua kelompok (JIKA dan MAKA)
·         Bagi siswa yang kebetulan rangkaian kata JIKA dan MAKA pas secara makna akan mendapatkan reward.
5.  Jenis lagu/nyanyian
Lagu atau nyanyian yang dijadikan ice breaker boleh berupa lagu gubahan atau lagu asli, lagu yang terkait dengan materi atau lagu yang tidak terkait dg materi sama sekali akan tetapi ada unsur fun atau menghiburnya.
Untuk lagu gubahan akan sangat memungkinkan dikaitkan dg materi sbg penguat siswa, contoh:
       Urutan Berwudhu (Lagu Telkomsel)
Urutan berwudhu mencuci telapak tangan
Berkumur-berkumur, menghirup air ke hidung
Dibasuh mukanya, lalu dibasuh tangannya,
Diusap rambutnya, lalu basuh telinganya
Dibasuh kakinya sampai dua mata kaki
Menghadap ke kiblat lalu doa habis wudhu
(dari telkomsel)

            Adapun lagu gubahan yang tidak berhubungan dengan satu tema dalam satu mata pelajaran, bisa digunakan secara fleksibel dlm berbagai mata pelajaran khususnya ketika mengawali proses pembelajaran. Contoh Lagu SIAP BELAJAR gubahan dari lagu BECA (Sy ingin tamasya berkeliling kota..)
SIAP BELAJAR 
            Kita ingin belajar
            Dengan senang gembira
            Diwalai berdo’a
            Dan penuh semangat
            Kita siapkan buku
            Dan juga alat tulis
            Belajar...
            Belajar....
            Ayo kita mulai...
            Adapun lagu yang asli, tidak harus sampai merubah atau menggubah, akan tetapi ada satu atau dua kata yang dibaca di dalam hati, Contoh lagu TOPI SAYA, ketika bernyanyi kata TOPI dibaca dalam hati, Coba Nyanyikan!!!!
                          TOPI SAYA
Topi saya bundar
Bundar Topi saya
Kalau tidak bundar
Bukan topi saya

YEL-YEL/NYANYIAN/ ABA-ABA DALAM GERAK JALAN



1.  YEL-YEL AWAL BERANGKAT (START)
     Pinru :”temon2”  Anggota : “siap”
     Pinru :”temon2”  Anggota :“yes”
     Pinru :”temon2”  Anggota : “berangkat”
     Pinru :”maju... jalan” Semua hentak kaki : YAP

3. PELUIT
    Pinru : Prit...-prit....prit-prit-prit
    Pinru : Prit...-prit....prit-prit-prit
Pinru : Prit...-prit....prit-prit-prit
Pinru : Prit...-prit....prit-prit-prit


3.  LIRIK LAGU HARI MERDEKA (17 AGUSTUS 1945)

Tujuh belas agustus tahun empat lima  prit-prit-prit-prit
Itulah hari kemerdekaan kita
                   prit-prit-prit-prit
Hari merdeka nusa dan bangsa
              prit-prit-prit-prit
Hari lahirnya bangsa Indonesia
              prit-prit-prit-prit
Merdeka
Sekali merdeka tetap merdeka
Selama hayat masih di kandung badan
Kita tetap setia tetap se
dia
Mempertahankan Indonesia
Kita tetap setia tetap se
dia
Membela negara kita

2. HITUNGAN
    Pinru :”Satu-satu”        Anggota : “Sa..tu”
Pinru :”Dua-dua”           Anggota : “Du..a”
Pinru :”Tiga-tiga”          Anggota : “Ti..ga”
Pinru :”Empat-empat”  Anggota : “Em..pat”
Semua :”Satu-dua-tiga-empat

    Pinru :”Siji-siji”             Anggota : “Si..ji”
Pinru :”Loro-loro”         Anggota : “Lo..ro”
Pinru :”Telu-telu”          Anggota : “Te..lu”
Pinru :”Papat-Papat”  Anggota : “Pa..pat”
    Semua :”Siji-loro-telu-papat”
4  HITUNGAN
    Pinru :”Satu ”        Anggota : “Sa...tu”
Pinru :”Dua”           Anggota : “Du...a”
Pinru :”Tiga”          Anggota : “Ti...ga”
Pinru :”Empat”      Anggota : “Em...pat”
Pinru :”Satu-dua-tiga-empat-satu  Anggota : Sa...tu

    Pinru :”Siji”             Anggota : “Si..ji”
Pinru :”Loro-loro”         Anggota : “Lo..ro”
Pinru :”Telu-telu”          Anggota : “Te..lu”
Pinru :”Papat-Papat”  Anggota : “Pa..pat”
    Pinru :”Siji-loro-telu-papat-siji ” Anggota : siji
6. HITUNGAN
    Pinru :”Satu-dua”           Anggota : “Dua”
Pinru :”Dua-tiga”           Anggota : “Tiga”
Pinru :”Tiga-empat”          Anggota : “Empat”
Semua :”Satu-dua-tiga-empat

    Pinru :”Siji-loro”             Anggota : “loro”
Pinru :”Loro-telu”         Anggota : “telu”
Pinru :”Telu-papat”          Anggota : “papat”
Semua :”Siji-loro-telu-papat”
5. NYANYIAN  BUATAN REGU (NADA : SIAPA SUKA HATI )
Selamat Dirgahayu Negaraku ...... RI
Selamat Dirgahayu Negaraku .......Horee
Selamat Dirgahayu, selamat negaraku
Smoga Tuhan memberkatimu

SDN Temon Dua Pancen Oye...... Oye
SDN Temon Dua Pancen Oke ..... Oke
SDN Temon Dua SDN Temon Dua
Sekolah Dasar Negeri Pancen Ahoy....... Ahoy
8. HITUNGAN
    Pinru :”Satu”
Pinru :”Dua”
Pinru :”Tiga”
Pinru :”Empat”
    Semua :”Satu-dua-tiga-empat

    Pinru :”Ji”
Pinru :”Ro”
Pinru :”Lu”
Pinru :”Pat”
    Semua :”Ji ro lu pat”


Pinru :”One”
Pinru :”Two”
Pinru :”Three”
Pinru :”Four”
Semua :”one-two-three-four
7. GARUDA PANCASILA
Garuda pancasila
Akulah pendukungmu
Patriot proklamasi
Sedia berkorban untukmu
Pancasila dasar negara
Rakyat adil makmur sentosa
Pribadi bangsaku
Ayo maju maju
Ayo maju maju
Ayo maju maju

9. PELUIT
    Pinru : Prit...-prit....prit-prit-prit
    Pinru : Prit...-prit....prit-prit-prit
Pinru : Prit...-prit....prit-prit-prit
Pinru : Prit...-prit....prit-prit-prit

10. NYANYIAN  BUATAN REGU (NADA : CUCAK ROWO)
Minggiro-minggiro-minggiro
Pasukan temon loro arep mrono
Minggiro-minggiro-minggiro
Lek boten minggir tak kandani romo kulo

Minggiro-minggiro-minggiro
Pasukan temon loro arep mrono
Bocahe ayu-ayu Bocahe moblong-moblong
Sing nonton kabeh podo domblong

11. Pinru : Kiri-kiri       Anggota : kiri-kanan-kiri
      Pinru : Kiri-kiri       Anggota : kiri-kanan-kiri
      Pinru : Kiri-kiri       Anggota : kiri-kanan-kiri
      Pinru : Kiri-kiri       Anggota : kiri-kanan-kiri

Pinru : Kiwo-kiwo      Anggota : kiwo-tengen-kiwo
Pinru : Kiwo-kiwo      Anggota : kiwo-tengen-kiwo
Pinru : Kiwo-kiwo      Anggota : kiwo-tengen-kiwo
Pinru : Kiwo-kiwo      Anggota : kiwo-tengen-kiwo

12. HALO-HALO BANDUNG
Halo-halo Bandung
Ibukota periangan
Halo-halo Bandung
Kota kenang-kenangan
Sudah lama beta
Tidak berjumpa dengan kau
Sekarang telah menjadi lautan api
Mari bung rebut kembali

MAJU TAK GENTAR

Maju tak gentar 
Membela yang benar 
Maju tak gentar 
Hak kita diserang
Maju serentak 
Mengusir penyerang 
Maju serentak 
Tentu kita kita menang
Reff :
Bergerak bergerak
Serentak
serentak
Menerkam Menerjang terjang

Tak gentar tak gentar 
Menyerang menyerang 
Majulah majulah menang

LIRIK LAGU BANGUN PEMUDI PEMUDA

Bangun pemudi pemuda Indonesia 
Tangan bajumu singsingkan untuk negara 
Masa yang akan datang kewajibanmu lah 
Menjadi tanggunganmu terhadap nusa 
Menjadi tanggunganmu terhadap nusa
Sudi tetap berusaha jujur dan ikhlas
Tak usah banyak bicara trus kerja keras
Hati teguh dan lurus pikir tetap jernih
Bertingkah laku halus hai putra negri
Bertingkah laku halus hai putra negri

Sorak Sorak Bergembira

Sorak-sorak bergembira 
Bergembira semua
Sudah bebas negeri kita 
Indonesia merdeka
Indonesia merdeka
Republik Indonesia
Itu lah hak milik kita 
Untuk slama-lamanya

Mendidik Anak dengan Cerdas

Membentuk kecerdasan buah hati dengan hadiah

Bahasan pertama yang akan saya ketengahkan ini, mengangkat tema seputar pemberian hadiah untuk anak demi terbentuknya kreativitas mereka. memberi imbalan sebagai bentuk dukungan adalah cara yang tepat dalam mencetak anak kreatif. Pembahasan inilah yang akan mewarnai halaman-halaman selanjutnya dalam bab ini.
1. Prinsip keseimbangan 
Hadiah, support dan menunjukkan rasa sayang yang diungkapkan dengan sepenuh hati semuanya bisa mendorong anak untuk kreatif, sukses dan berprestasi. Memberi imbalan memang penting dalam proses pendidikan anak. Akan tetapi, harus juga memperhatikan keseimbangan (balance) antara imbalan yang bersifat materi dan maknawi. Lebih banyak memberikan imbalan materi saja, misalnya, akan membuat anak menjadi pragmatis atau oportunis, yang tidak mau melakukan kebaikan tanpa imbalan.
 Di Tengah-tengah peperangan 
Kita harus memikirkan imbalan apa yang akan kita berikan kepada anak ketika ia melakukan sesuatu dengan baik. Inilah Shalahuddin Al-Ayyubi ditengah-tengah peperangan, ketika ia sedang mengadakan inspeksi ke kamp tentaranya, ia melewati seorang anak kecil yang sedang membaca Al-Quran dengan tartil di depan ayahnya. Peperangan tidak melalaikan Shalahuddin untuk memberi imbalan kepada anak tersebut. Ia memberikan jatah makanannya kepada anak itu, dan mewakafkan sebagian kebunnya untuk ayah dan anaknya tersebut.
“Engkau wahai ayah, janganlah peperangan ini melalaikanmu untuk memberi pujian terhadap anakmu atas usahanya yang baik itu. Karena pujianmu bisa membuatnya senang, dan mendorongnya untuk kreatif dan berprestasi.”
Imam Al-Ghazali berkata di dalam bukunya Ihya Ulumud-Din, “Setiap kali anak berbuat kebaikan dan terpuji, maka berilah ia imbalan yang membuatnya senang, dan pujilah ia di depan orang lain.”
 Support yang baik
Sebuah majalah di Inggris pernah mengadakan perlombaan menulis tentang faktor yang menjadi pendorong tumbuhnya ilmu pengetahuan dan moral sekaligus. Perlombaan tersebut dimenangkan oleh seorang penulis wanita terkenal yang menulis, “Sesuatu (faktor) itu adalah support (dukungan yang baik). Dialah yang telah menjadikan saya menjadi penulis terkenal saat ini. Dialah yang telah menggenjot semangat saya untuk maju terus kedepan....”
Contohnya, ketika anak anda menggambar di dinding rumah, apa yang akan anda lakukan? Apakah anda akan marah? Jika anda marah, itu sama saja membuat anak anda tidak suka menggambar, dan menghalangi kreatifitasnya. Atau anda akan mengatakan, “Tidak sayang, kalau mau menggambar, di buku gambar saja ya! Nanti dindingnya jadi kotor, kan tidak enak dilihatnya. Kalau menggambar di buku gambar kan nanti bisa ditempel di dinding. Begitu ya sayang!” dengan sikap demikian, anak pun akan membalasnya dengan sikap yang baik pula.
Banyak cara yang bisa anda lakukan dalam memberi imbalan kepada anak diantaranya adalah memberi ciuman; memanggilnya dengan panggilan yang indah; memberi imbalan materi (dengan memperhatikan prinsip-prinsipnya); menceritakan kisah; memaafkannya ketika berbuat salah.
Kita juga perlu memuji anak didepan orang lain; membiarkan anak bermain; menyayangi anak sepenuh hati; menyambutnya dengan sambutan yang baik; memandang, tersenyum dan membelai anak; menghadiahkan sesuatu untuk anak; menerima pendapatnya; menemaninya ketika keluar rumah; dan terakhir, tidak membeda-bedakan anak. Berbagai hal tersebut akan kita uraikan secara rinci pada pembahasan berikutnya.
2. Memberi ciuman
Memberikan ciuman adalah salah satu dari sunnah Rasulullah saw. Ciuman bisa menambah rasa cinta dan kasih sayang. Selain itu, bisa menjadi dukungan yang baik bagi anak, dan mendorongnya untuk mau melakukan apa yang kita minta. Ciuman diberikan ketika anak akan pergi sekolah, ketika pulang, ketika bermain bersama kita, dan ketika anak melakukan sesuatu yang baik. Semuanya itu mempunyai pengaruh yang besar dalam membangun suasana yang penuh cinta dan kasih sayang antara orang tua dan anak.
 Aku belum pernah mencium mereka
Imam Al-Bukhari meriwayatkan bahwa Rasulullah saw pernah mencium Al-hasan dan Al-Husein di depan seorang sahabat bernama Al-Aqra’ bin Habis Al-Taimi yang sedang duduk. Melihat kejadian itu Al-Aqra’ berkata, “Aku mempunyai sepuluh orang anak, tetapi tidak seorang pun pernah aku cium.” Rasulullah pun memandangnya sambil menjawab, “Siapa yang tidak menyayangi tidak akan disanyangi.”
 Apakah anda suka mencium putra-putri anda?
Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari bahwa seorang arab gunung pernah mendatangi Rasulullah saw, dan ia bertanya kepada beliau, “Apakah kalian suka menciumi anak-anak kalian? Adapun kami tidak pernah melakukan hal seperti itu.” Beliau menjawab, “Apakah kamu berharap agar Allah mencabut kasih sayang dari hatimu?”
 Bukan untuk memanjakan 
Ingat yang terbaik adalah pertengahan. Tidak terlalu berlebihan di dalam menampakkan perasaan adalah suatu hal yang harus dilakukan, dan itu sangat penting. Ciuman yang kita berikan bertujuan untuk membuat anak merasa hangat, nyaman dan disanyangi. Namun, jika melebihi batas itu bisa membuatnya merasa dimanja sehingga ciuman bukan lagi menjadi cara untuk membuat anak kreatif melainkan menjadi anak manja.
Diantara bentuk memanjakan anak, seperti:
1. Sering menggendongnya, dan tidak mau meninggalkannya, baik dikarenakan suatu sebab ataupun tidak.
2. Tidak menegurnya ataupun menghukumnya ketika berbuat salah karena khawatir yang berlebihan terhadap anak.
 Akibat memanjakan anak
Memanjakan anak mempunyai efek negatif terhadap mentalnya. Diantaranya, seperti ketika anak tumbuh besar ia akan merasa minder terhadap teman-temannya (inferiority complex). Anak merasa tidak bisa melakukan apa-apa karena ia tidak punya kepercayaan diri untuk melakukannya.
Ia merasa teman-temannya lebih unggul dari pada dirinya yang merasa terus tertinggal. Ia melihat teman-temannya bisa bersabar ketika ditimpa kesulitan, sedangkan dirinya hanya bisa menangis. Ia menganggap teman-temannya adalah orang-orang yang supel dan pandai bergaul, sedangkan dirinya adalah orang yang tertutup dan kaku untuk bergaul.
 Pertengahan adalah solusinya
Maka dari itu, pertengahan adalah wilayah aman di dalam proses mendidik anak. Jangan terlalu keras, tetapi jangan juga terlalu memanjakan. Biasa-biasa saja dalam memperlakukan anak dan menampakkan perasaan kita kepada mereka.
3. Memanggil dengan panggilan yang indah 
Diantara hak anak yang menjadi kewajiban kita adalah memilihkan dan memberikannya nama yang bagus. Sebagaimana sabda Rasulullah saw: “Sesungguhnya, diantara hak anak yang menjadi kewajiban orang tuanya adalah memberikan nama yang bagus untuknya, dan mendidiknya dengan baik.”
Maka dari itu, diantara faktor pembentuk kepercayaan diri (self confidence) anak, dan menumbuhkan semangat hidup pada dirinya adalah dengan cara memanggilnya dengan panggilan yang paling disukainya atau dengan sifat baik yang dimilikinya, maka panggilan yang baik adalah sebagai bukti kasih sayang orang tua pada anaknya. 
Nabi saw, sering memanggil Aisyah ketika ia berumur dua belas tahun dengan panggilan, ya Aisy. Itu dalam kultur Arab untuk menandakan sayang, seperti Hamadah untuk Muhammad, Amurah untuk Umar, dan Khalud untuk Khalid.
Seseorang pernah datang kepada Umar bin Khathab, ia mengadukan perihal penentangan anaknya. Sang anak berkata kepada Umar, “Wahai Amirul Mukminin, Bukankah anak mempunyai hak yang menjadi tanggung jawab ayahnya?” Umar menjawab, “benar” Anak itu bertanya lagi “Apakah itu wahai Amirul Mukminin?” Umar pun menjawab, “Memilihkan Ibu yang baik, memberikan nama yang bagus dan mengajarkannya Al-Quran. “Sang anak pun meneruskan ucapannya, “Wahai Amirul Mukminin, ayahku tidak melakukan satu pun dari yang engkau sebutkan tadi. Ibuku seorang budak yang sebelumnya milik seorang majusi, ia memberiku nama Ju’la (kumbang), dan tidak pernah mengajarkan kepadaku Al-Quran walaupun satu huruf.” Umar langsung menoleh kearah sang ayah yang tadi pertama kali mengadu, dan berkata, “Engkau datang kepadaku untuk mengadukan kedurhakaan anakmu, padahal engkau telah lebih dahulu durhaka kepadanya sebelum ia durhaka kepadamu, dan engkau telah menyakitinya sebelum ia menyakitimu.”
Jangan pernah sekali-kali anda memanggil anak dengan panggilan yang jelek, sekalupun anda saat itu sedang sangat marah kepadanya. Karena para psikolog berpendapat bahwa ketika anda memanggil anak dengan suatu panggilan tertentu, panggilan tersebut akan terekam dalam otak memori anak. Maka ketika anda memanggilnya ‘hai tolol’, anak akan menganggap dirinya benar-benar tolol. Atau ketika anak anda menjatuhkan hiasan dari atas meja. Anda marah dan menyebutnya ‘si perusak’. Alih-alih membantunya untuk tidak mengulangi lagi perbuatan tersebut, justru yang anda lakukan adalah menjatuhkan pribadinya/mentalnya. Anak anda pun tidak tahu diperbuatnya, sedangkan anda tidak memberikannya kesempatan untuk belajar tentang kebenaran dari kesalahan yang telah dilakukannya. Anda pun telah mengajarkannya kosa-kata baru yang akan ia rekam dalam memorinya, kemudian akan ia gunakan panggilan jelek itu kepada teman-temannya ketika ia marah.
Sekedar memanggil nama anak dengan cara yang baik, sebenarnya merupakan salah satu wasilah untuk memberikan semangat kepada anak untuk menjadi lebih baik lagi. Setiap kali ia melakukan kebaikan, kita tambahkan panggilan yang indah sebagai pujian yang kita berikan untuk mereka. seperti, “Wah, Rifki yang saleh hebat yah, Aisyah yang shalehan pinter deh!”
4. Memberikan imbalan materi
Anak-anak sangat menyukai hadiah, dan menyukai orang yang memberinya, karena anak senang terhadap orang yang memperhatikan dan menghargai dirinya. Walaupun hadiah tersebut hanya berupa permen, pena, mainan sederhana, atau penggaris. Yang penting anak sangat menunggu-nunggu diberi hadiah. Oleh karena itu, imbalan atau pun hadiah bisa menjadi salah satu cara untuk mensupport anak agar lebih baik lagi.
Anak tetapi, pertengahan adalah urusan yang paling baik dalam segala hal. Oleh karena itu, kita harus menyeimbangkan antara hadiah yang bersifat materi dan maknawi. Hadiah yang bersifat materi seperti, sepeda, jam tangan, penggaris, jika kita melebihi batas, itu akan menjadikan anak bersifat pragmatis atau oportunis yang tidak mau melakukan sesuatu tanpa imbalan yang menguntungkan baginya.
Rasulullah saw bersabda :
“Siapa saja yang membawa sesuatu (sebagai hadiah) untuk keluarganya maka sama saja ia dengan bershadaqah kepada keluarganya sampai ia memberkannya kepada mereka (sampai di tangannya).”
Contohnya, memberikan hadiah kepada anak dengan mengatakan, “Semoga Allah selalu memudahkan jalanmu wahai anakku. Insya Allah, ayah akan membelikanmu jam tangan karena kamu meraih peringkat dua di sekolahmu.”
5. Membacakan Cerita
Cerita dan kasih, baik yang berbentuk kaset, film, atau pun buku sangat disenangi anak. Anak merasa eksis bersama lakon-lakon dari cerita yang disenanginya, dan mengimajinasikan bahwa mereka bisa diajak bicara dan bermain. Oleh sebab itu, orang tua wajib mengambil manfaat dari kesukaan anak tadi. Orang tua bisa menceritakan kepada mereka cerita-cerita yang mendidik, seperti kisah-kisah yang terdapat dalam Al-Quran, dan kisah-kisah tentang para nabi.


Bukankah Allah telah berfirman dalam Quran-Nya :
 “Sesungguhnya ini adalah kisah yang benar......”
(Al-Imran [31]: 62
 “kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik....”
(Yusuf [12] :3)
 “sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal........”
(Yusuf [12] :111)
Waktu yang tepat untuk bercerita:
1. Sesuai dengan situasi yang ada.
Orang tua harus bisa memanfaatkan situasi anak dan menceritakan kepadanya cerita yang sesuai dengan situasi yang sedang dihadapi anak.
2. Sebelum tidur 
Para psikolog menganjurkan para orang tua untuk membacakan dongeng sebelum tidur untuk anaknya karena hal itu banyak mengandung manfaat untuk pendidikan anak.
3. Ketika anak memintanya.
Pada saat inilah anak sedang dalam kondisi 100% siap untuk menangkap apa yang akan ia dapatkan dari cerita yang didengarnya. Bergembiralah para orang tua, jika anaknya meminta mereka bercerita untuknya. Karena hal itu berarti menunjukkan kedekatan anak dengan orang tuanya.
Alangkah baiknya ketika anda bercerita, anda padukan dengan intonasi suara yang sesuai disertai gerakan tubuh yang berirama sesuai dengan isi cerita. Maka dengan demikian, anak akan merasa bahwa lakon yang sedang anda ceritakan benar-benar hidup, dan ia sedang berada di dalam cerita tersebut. Atau lebih baik lagi jika anda menyertakan nama anak anda ke dalam cerita tersebut atau yang semisalnya.
Anda bisa menjadikan cerita sebagai wasilah pendidikan anak. Misalnya, ketika anak berbuat baik maka anda bacakan cerita untuknya. Namun, jika anak nakal, anda bisa memperingatkan dengan tidak akan lagi membacakan cerita.

6. Memaafkannya ketika berbuat salah
Menggugurkan hukuman untuknya ketika berbuat salah, karena ia telah melakukan kebaikan sebelumnya yang lebih besar. Sehingga ia tahu bahwa kebaikan yang dilakukannya itu adalah sesuatu yang bagus yang disenangi kedua orang tuanya. Itu menjadi pendorong baginya untuk semangat melakukan kebaikan yang bisa membuat orang tuanya senang dan ridha kepadanya, yang pada waktu yang sama juga ia merasa aman dari hukuman.
Contohnya, “Ahmad....! karena hafalan Al-Qurannya lancar, ayah tidak akan menghukummu walaupun kamu semalam tidak belajar.”
7. Pujilah anak di depan orang-orang
Memuji anak di depan teman-teman atau pun saudaranya yang lain merupakan wasilah yang paling penting dalam memberikan support yang baik bagi anak. Karena pujian tersebut, membuat anak berbuat baik secara suka rela tanpa paksaan, dan karena demi mewujudkan pujian terhadapanya itu. Maka hal tersebut, menjadi pendorong bagi anak untuk lebih semangat melakukan kebaikan.
Setiap manusia mempunyai fitrah menyukai kata-kata indah terlebih lagi anak-anak. Jangan sekali-kali anda menghina anak, karena menghina, mencela, dan memperolok-oloknya adalah penyebab penyimpangan mental anak. Contohnya, ketika anak kita memukul adiknya yang kecil, kita langsung memanggilnya, “Dasar anak jahat.” Atau ketika kita meminta diambilkan secangkir air minum, kemudiann anak menolak, kita langsung menyebutnya pemalas. Atau ketika anak mengambil barang saudaranya tanpa seizinnya, kita lansung memanggilnya pencuri.

Nasehat Imam Asy-Syafi’i Kepada Muridnya Imam Al-Muzany

Imam Muzany bercerita,”Aku menemui Imam Asy-Syafi’iymenjelang wafatnya, lalu aku berkata,”bagaimana keadaanmu pagi ini , wahai ustadzku?”


Beliau menjawab, “Pagi ini aku akan melakukan perjalanan meninggalkan dunia, akan berpisah dengan kawan-kawanku, akan meneguk gelas kematian, akan menghadap kepada Allah dan akan menjumpai kejelekan amalanku. Aku tidak tau; apakah diriku berjalan ke syurga sehingga aku memberinya ucapan kegembiraan , atau berjalan ke neraka sehingga aku menghibur kesedihannya.”

Aku(Al-Muzany) berkata, “Nasihatilah aku”.Asy-Syafi’iy berpesan kepadaku, “Bertaqwalah kepada Allah, permisalkanlah akhirat dalam hatimu, jadikanlah kematian antara kedua matamu dan jangan lupa engkau akan berdiri di hadapan Allah. Takutlah kepada Allah ‘Azza wa Jalla, jauhilah apa-apa yang Dia haramkan, laksanakanlah segala yang Dia wajibkan, hendaknya engkau bersama Allah di manapun engkau berada. Jadikanlahdiammu sebagai tafakkur, pembicaraanmu sebagai Dzikir dan pandanganmu sebagai pelajaran. Maafkanlah orang yang mendzolimimu, sambunglah orang yang memutus silaturrahmi kepadamu, berbuat baiklah kepada siapa yang bebuat jelek kepadamu, bersabarlah tehadap segala musibah, berlindunglah kepada Allah dari api neraka dengan ketaqwaan.”
Aku(Al-Muzany) berkata “Tambahkanlah (nasihatmu) kepadaku.”
Beliau melanjutkan, “Hendaknya kejujuran adalah lisanmu, menepati janji adalah tiang tonggakmu, rahmat adalah buahmu, kesyukuran sebagai thaharahmu, kebenaran sebagai perniagaanmu, kasih sayang adalah perhiasanmu, kecerdikan adalah daya tangkapmu, ketaatan sebagai mata pencaharianmu, ridha sebagai amanahmu, pemahaman adalah penglihatanmu, rasa harap adalah kesabaranmu, rasa takut sebagai jilbabmu, shadaqoh sebagai pelindungmu dan zakat sebagai bentengmu. Jadikanlah rasa malu sebagai pemimpinmu, sifat tidak tegesa-gesa sebagai menterimu, tawakkal sebagai baju tamengmu, dunia sebagai penjaramu dan kefakiran sebagai pembaringanmu. Jadikanlah kebenaran sebagai pemandumu, haji dan jihad sebagai tujuanmu, Al-Qur’an sebagai pembicaramu dengan kejelasan, jadikanlah Allah sebagai penyejukmu. Siapa yang sifatnya seperti ini maka syurga adalah tempat tinggalnya.”

Kemudian Asy-Syafi’iy mengangkat pandangannya ke arah langit seraya menghadirkan susunan ta’bir. Lalu beliau bersyair:

Kepada-Mu -wahai Ilâh segenap makhluq, wahai pemilik anugerah dan kebaikan-,
Kuangkat harapanku, walaupun aku ini seorang yang bergelimang dosa.
Tatkala hati telah membatu dan sempit segala jalanku,
kujadikan harapan pengampunan-Mu sebagai tangga bagiku
Kurasa dosaku teramatlah besar, namun tatkala dosa-dosa itu
kubandingkan dengan maaf-Mu -wahai Rabb-ku-, ternyata maaf-Mu lebihlah besar

Terus menerus Engkau Maha Pemaaf dosa, dan terus-menerus
Engkau memberi derma dan maaf sebagai nikmat dan pemuliaan.
Andaikata bukan karena-Mu, tidak seorang pun ahli ibadah yang tersesat oleh iblis
Bagaimana tidak, sedang dia pernah menyesatkan kesayangan-Mu, Adam.

Kalaulah Engkau memaafkan aku, maka Engkau telah memaafkan
Seorang yang congkak, zholim lagi sewenang-wenang, yang masih terus berbuat dosa.
Andai kata Engkau menyiksaku, tidaklah aku berputus asa,
walaupun diriku telah Engkau masukkan ke dalam Jahannam lantaran dosaku.
Dosaku sangatlah besar, dahulu dan sekarang, namun maaf-Mu -wahai Maha Pemaaf- lebih tinggi dan lebih besar.”

[Tarikh Ibnu Asâkir juz 51 hal. 430-431]
Sumber: Majalah An-Nashihah vol.13 thn 1429 H/2008 M

Kisah Tawakal Seorang Buta Mendapatkan Istri Yang Cantik

Karena kekurangan fisik yang pemuda itu miliki banyak wanita yang menolak lamaranya. Juga karena kefakiranya dan berasal dari keluarga miskin.
Syekh yang mengenal pemuda ini menceritakan,
” dia seorang pemuda yang menghafal al Qur’an, tumbuh sebagai orang yang soleh dan taat kepada Allah.menundukan pandangan dari hal – hal haram.”
Aku bertanya padanya,
” wahai anakku kenapa kamu belum menikah? bahagiakan hidupmu dan mintalah pada Allah.” kebiasaan orang Arab memanggil anak orang lain/ yang lebih muda dengan panggilan ” ya walady”.
Pemuda itu kemudian menjawab,
“ wahai syekh bagaimana saya bisa menikah, saya orang yang sangat fakir, kedua orang tuapun fakir, tidak ada yang lebih fakir melebihi kefakiran keluarga saya. Saya terlahir sebagai orang buta, pendek lagi fakir memiliki banyak cacat. Sifat – sifat indah dan gagah yang diidamkan setiap wanita tidak ada dalam diri saya. Siapa yang mau menikah dengan orang seperti saya.”
“ sungguh hati ini sangat rindu ingin menikah, harapan begitu besar  ingin membangun rumah tangga. Karena itu, keinginan untuk menikah terkadang hilang. Tapi, kepada Allahlah saya mengadu atas keadaan yang menyedihkan ini.”
“ kemudian saya datang pada orang tua saya, dan berkata, wahai ayah saya ingin menikah. Ayah saya kemudian tertawa mendengar keinginan saya untuk menikah. Ayah berkata, apa kamu gila nak, siapa yang mau menikah denganmu, pertama kamu itu buta, kedua, kita ini orang fakir yang tidak memiliki apa – apa, maka hargailah dirimu sendiri.”
” mendapat jawaban seprti itu saya mendatangi ibu, hampir – hampir mata ingin menangis dan tidak mampu menahannya, saya berharap ibu memberikan harapan dan tidak memberikan jawaban yang sama. Tapi ternyata ibu mengatakan persis seperti kata ayah.”
Ibu menjawab, wahai anakku apakah kamu telah kehilangan akal, kamu mau menikah? Dari mana mendapatkan uang untuk biaya pernikahan sedang kita sendiri sangat membutuhkanya. Para penagih hutang datang ke rumah kita siang dan malam.”
Selama beberapa hari pemuda ini terus meminta persetujuan dari orang tuanya, tapi rasa putus asa sudah menghampiri ibu dan bapaknya. Merasa tidak mendapatkan jalan keluar dari orang tuanya, dia mengadu kepada Allah swt, dia sadar, kenapa tidak meminta pada Allah yang maha mampu sedang orang tuaku tidak mampu, kenapa tidak meminta kepada Allah yang maha penyayang, pemuda itu kemdian solat dan berdoa pada Allah,
“wahai Tuhanku, mereka bilang kalau aku ini fakir, sedan engkaulah yang menjadikan hamba fakir.”
“ mereka bilang aku  buta, sedang engkaulah yang menjadikan hamba buta. Mereka bilang kalau aku cacat, engkaulah yang menciptakan rupaku seperti ini.”
“ Ya Allah Ya Tuhanku yang tidak ada tuhan selain engkau, kau mengetahui keadaan hambamu ini, sangat ingin menikah tapi tidak menemukan jalan dan cara kerena kelemahan hamba, berikanlah aku istri yang solehah lagi penuh berkah, yang bisa menenangkan jiwa ini,”
Kedua mata pemdua itu menangis tersedu – sedu di hadapan Tuhanya yang maha mulia. Allah sangat malu kepada hambaNya yang meminta dengan tulus, Dialah Allah yang maha penyayang terhadap orang yang beriman. Allah mendengar rintihan hati hambaNya.
Karena ngantuk pemuda ini kemudian tertidur, dan mendapatkan mimpi yang indah. Dia bermipi ada di suatu tempat yang sangat panas, seakan api menyala – nyala. Setelah itu sebuah kemah turun di atasnya, kemah yang sangat indah mentupi pandangan mata di atasnya, seketika hawa berubah menjadi sangat dingin,
Dia tidak mampu menahan rasa dingin itu, kemudian terbangun karena kedinginan padahal sebelumnya merasa sangat panas. Pemuda ini tersenyum mendapatkan mimpi itu. Kemudian datang pada salah seorang syekh yang pintar menakwilkan mimpi. Dia menceritakan mimpinya dan bertanya apa arti mimpi.
Orang yang didatanginya itu kemudian berkata,
“ wahai anakku, apakah kamu sudah menikah atau belum?”
“ wallahi saya belum menikah.” Jawab pemuda itu
“ kenapa kamu belum menikah?”
“ siapa yang sudi menikah dengan saya, kau sudah tau keadaanku yang buta dan fakir.”
“ wahai anakku apakah tadi malam kamu mengetuk pintu – pintu Allah?”
“ benar, tadi malam saya berdoa miminta pada Allah dengan sungguh.”
“ kalau begitu, pergilah cari wanita yang paling cantik menurutmu kemudian lamar, karena sesungguhnya pintu itu sudah terbuka untukmu, Allah akan memberikanmu jalan yang mudah, siapkan dirimu dengan baik, pergilah dan jangan merendahkan diri sendiri dengan mengatakan kamu buta, fakir dan lainya.”
Pemuda itu kemudian berpikir sejenak siapa wanita paling cantik yang ia ketahui, dia tidak mengingat kecuali satu wanita dari keluarga yang paling mulia dan kaya di daerahnya. Seorang wanita cantik dan mulia.
Dia meminta kepada bapaknya agar mau melamarkan gadis cantik itu untuknya, tapi bapaknya menolak dan malu, karena keadaan anaknya dan keluarga yang sangat miskin. Malu  melamar gadis cantik dari keluarga kaya dan mulia. bagi bapaknya itu mustahil.
Pemuda yang berumur 24 tahun ini akhirnya pergi seorang diri ke rumah gadis cantik yang dia inginkan. Dia mengucapkan salam pada keluarga itu dan dipersilahkan masuk. Keluarga gadis cantik itu menyambutnya dengan hangat dan ramah. Dengan berani dia mengutarakan maksud kedatanganya hendak melamar putri keluarga kaya itu, kemudian dijawab,
“ kamu menginginkan putri saya?”
“ iya pak.”
“ nak, saya tidak melihat dalam diri kamu kecuali kebaikan, tidak ada pemuda yang lebih baik selain kamu. Tapi,, saya harus bertanya dulu pada putri saya.” Kemudian bapak itu masuk menemui putrinya, dan berkata,
“ wahai putriku, ini seorang pemuda datang ingin melamarmu, memang benar kalau dia orang yang buta, tapi penghafal al Qur’an, dadanya penuh dengan al Qur’an. Kalau kamu melihat itu baik maka tawakkal saja pada Allah.”
Putrinya yang cantik itu menjawab,
“ wahai ayah, aku tidak bisa menolak permintaanmu, aku hanya akan bertawakal pada Allah.”
Beberapa minggu kemudian lelaki buta soleh itu menikah dengan gadis yang paling cantik dan mulia.
Ketahuilah rahmat Allah sangat luas, Dia telah memberikanmu begitu banyak kebaikan, lantas kenapa harus putus asa karena keadaan yang dimata kita buruk. Allah maha kaya mintalah pada Allah. Dialah Allah yang telah menggerkan hati ayah gadis cantik itu untuk mau menikahkan dia dengan pemdua buta..
Sesungguhnya Allah memuliakan hamba yang selalu mengingat Allah dan lisanya basah karena membaca al Qur’an. Ma’at taufik was sadaad lakum jami’an.