![]() |
Menuntut ilmu adalah taqwa. Menyampaikan ilmu adalah ibadah. Mengulang-ulang ilmu adalah zikir. Mencari ilmu adalah jihad.
All of this content is sample tyr to replace these content every slider to your content descriptions. Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace it.
All of this content is sample tyr to replace these content every slider to your content descriptions. Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace it.
All of this content is sample tyr to replace these content every slider to your content descriptions. Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace it.
![]() |
Doa kesembuhan orang sakit sesuai ajaran Nabi Muhammad SAW perlu diketahui oleh umat Islam. Membaca doa untuk orang sakit adalah salah satu amalan terpuji yang dianjurkan dilakukan. Hal tersebut sebagaimana tercantum dalam Al-Quran Surah Al-Mu’min ayat 60, Allah SWT berfirman, yang artinya: "Berdoalah kepada-Ku, Aku akan mengabulkannya. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina."
Doa untuk kesembuhan orang sakit yang biasanya dipanjatkan Rasulullah SAW saat menjenguk sahabatnya sendiri ada beragam. Lantas bagaimana bacaan doa untuk kesembuhan orang sakit sesuai ajaran Nabi Muhammad SAW? Melansir dari laman NU Online, Selasa (12/10), simak ulasan informasinya berikut ini.
Doa untuk Kesembuhan Orang Sakit
Nabi Muhammad SAW mengajarkan kepada umatnya saat ada sahabat yang jatuh sakit, senantiasa menjenguknya. Rasulullah SAW juga selalu membacakan doa untuk kesembuhan orang sakit. Tujuannya agar Allah SWT segera mengangkat penyakitnya serta memberikan kesembuhan pada orang sakit tersebut.
Salah satu doa untuk kesembuhan orang sakit yang dipanjatkan oleh Rasulullah SAW, sebagaimana diriwayatkan dalam Bukhari dan Muslim dari Aisyah RA:
اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إلَّا أَنْتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقْمًا
Allahumma rabban nasi, adzhibil ba’sa. Isyfi. Antas syafi. La syafiya illa anta syifa’an la yughadiru saqaman.
Artinya,: "Tuhanku, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit. Berikanlah kesembuhan karena Kau adalah penyembuh. Tiada yang dapat menyembuhkan penyakit kecuali Kau dengan kesembuhan yang tidak menyisakan rasa nyeri,"
امْسَحِ الْبَأْسَ رَبَّ النَّاسِ بِيَدِك الشِّفَاءُ لَا كَاشِفَ لَهُ إلَّا أَنْتَ
Imsahil ba’sa rabban nasi. Bi yadikas syifa’u. La kasyifa lahu illa anta.
Artinya, "Tuhan manusia, sapulah penyakit ini. Di tangan-Mu lah kesembuhan itu. Tidak ada yang dapat mengangkatnya kecuali Kau,"

1. Minak Jinggo = miring penak njengking monggo
Artinya: miring enak, nungging silakan
Singkatan ini mungkin dianggap seronok, namun sebagian yang lain mengonotasikannya sebagai selengekan semata, yang bisa berarti bebas mau posisi apa yang penting santai.
2. Nasgitel = panas legi kenthel
Artinya: Minuman panas, manis, dan kental
Singkatan yang muncul dari penikmat kopi atau teh, yang jadi favorit mayoritas orang Jawa, khususnya di Yogyakarta dan Solo.
3. Pecel Lele = penggemar cewek lemu-lemu
Artinya: penggemar atau mereka yang menyukai perempuan berbadan besar (gemuk).
4. Pis jok pit wang = pipis di pojok kejepit lawang
Artinya: Kencing di pojok terjepit pintu
Kamu pasti sudah tahu maksudnya, sedang kencing ada yang terjepit entah bajunya atau tasnya atau….
5. Ringgoneh = garing dingo meneh
Artinya: Kering pakai lagi
Istilah untuk mereka yang koleksi pakaiannya terbatas. Jadi, begitu selesai dicuci dan kering, dipakai lagi. Begitu seterusnya.
Ada berbagai macam cara yang Anda bisa lakukan untuk mengatasi kesulitan Anda tersebut, salah satunya adalah menghadirkan media ajar. Saya analogikan dengan televisi, sebuah informasi disampaikan oleh jurnalis melalui media televisi, agar informasi tersebut diterima dan dipahami oleh penonton televisi. Sama halnya dengan televisi, media ajar merupakan perantara antara guru dan murid. Membantu guru menyampaikan suatu pesan/materi agar sampai dan dipahami murid,
Dalam tahapan Wardah Inspiring Teacher 2019 (WIT 2019), peserta yang notabennya adalah guru-guru dari berbagai daerah diajak berinovasi membuat media ajar. Dalam artikel sebelumnya peserta WIT 2019 sudah diajak melakukan tahapan design thinking dalam membuat media ajar. Guru-guru mencoba berempati, menemukan masalah murid dan mencari solusi untuk memecahkan masalah yang dihadapi murid.
Di dalam kelas poster bisa dimodifikasi bergantung kebutuhan belajar murid. Poster bisa digunakan untuk menyampaikan informasi, poster bisa digunakan untuk memantik diskusi/pertanyaan murid, poster juga bisa digunakan untuk merekam proses/hasil belajar murid.
2. Papan atau buku interaktif
Mengajak murid terlibat dalam pembelajaran, salah satu cara agar murid menjadi tidak bosan dan menjadi antusias. Salah satunya dengan membuat media yang interaktif, melibatkan murid. Memungkinkan murid untuk berinteraksi dengan komponen di dalamnya.
Misalnya guru menciptakan media poster, di mana dari poster tersebut murid bisa melipat bagian tertentu, mengganti bagian yang ada di poster, menambahkan bagian yang lain, dan sebagainya. Buku pun juga bisa dirancang untuk interaktif, guru membuat buku yang mana murid bisa menambahkan karakter, merasakan tekstur buku, mengisi bagian yang kosong dsb.
3. Alat peraga
Masih ingat saat Anda masih sekolah dulu dan masuk laboratorium biologi. Ada torso yang guru biologi gunakan untuk menjelaskan mengenai bagian-bagian tubuh manusia. Torso membantu guru memperlihatkan bagian-bagian tubuh manusia.
Alat peraga merupakan alat yang membantu guru memperagakan suatu pengetahuan. Alat peraga 3 dimensi, untuk menjelaskan bangun ruang, torso untuk menjelaskan bagian tubuh manusia, uang kertas, uang koin, dsb.

4. Lagu
Saya pernah merasakan kebingungan saat akan menyampaikan pembelajaran gurindam waktu menjadi guru Bahasa Indonesia di salah satu sekolah negeri di Jawa Tengah. Bingung karena sastra melayu lama tidak menarik lagi bagi murid-murid zaman now. Murid-murid biasanya sekadar formalitas menerima materi tanpa tahu apa tujuan mereka mempelajari ini.
Saya kemudian memutar otak dan mengamati murid-murid saya. Murid-murid zaman now ternyata unik ya, banyak hal yang mereka sukai salah satunya adalah menyanyikan lagu-lagu rap, yang memang saat itu sedang heboh, dan banyak bermunculan penyanyi-penyanyi rap seperti Young Lex, Awkarin, Saykoji, dsb.
Cling, kemudian terbesitlah ide.
Kalau dilihat struktur gurindam dan syllables lagu rap hampir sama. Maka kemudian yang saya lakukan adalah membuat lagu rap untuk saya gunakan menyampaikan pembelajaran gurindam. Dan mengajak murid berkarya membuat lagu rap dengan gurindam.
Apa yang terjadi?
Murid-murid antusias sekali dalam membuat lagu, kemudian menyanyikannya bersama. Tak sadar mereka sedang belajar gurindam.
Jadi lagu bisa menjadi salah satu media ajar yang bisa digunakan guru untuk berkomunikasi dengan murid dalam menyampaikan materi ataupun menyampaikan pesan, atau bahkan untuk mengakrabkan diri dengan murid.
5. Video
Era sekarang sudah lazim video digunakan untuk pembelajaran. Audiovisual membantu guru menyampaikan materi. Ada berbagai jenis video yang bisa guru buat, antara lain : video penjelasan, video pengetahuan, video dan film. Tentu saja dalam membuat itu semua diperhatikkan pula apa yang murid sukai, sehingga dalam menyaksikan video, murid pun merasa antusias dan dilibatkan.
Murid dalam pembelajaran menggunakan video, bisa ditempatkan pada dua posisi. Posisi sebagai konsumen, dan posisi sebagai produsen. Sebagai konsumen, murid diajak menjadi penonton video yang kadang pula diajak interaksi saat atau setelah pemutaran video, baik berupa diskusi, melakukan sesuatu, dsb. Selain itu murid juga bisa menjadi produsen, berarti murid lah yang membuat video. Era saat ini memungkinkan penilaian pembelajaran berupa video. Memanfaatkan keterampilan-keterampilan yang dimiliki murid. Seperti video-video berikut ini :
6. Permainan
7. Aplikasi berbasis teknologi
Pernah memakai aplikasi Quizizz untuk penilaian murid? Atau memakai Duolingo untuk membantu murid belajar bahasa Inggris? Dua-duanya adalah aplikasi berbasis teknologi yang merupakan media ajar. Sangat kompleks memang untuk mengembangkan media yang satu ini. Selain harus melek teknologi juga pembuatannya membutuhkan waktu yang sangat lama.
Guru Anggayudha Anandarasa yang menjadi pelatih menyampaikan materi tersebut melalui Google Classroom pada Senin17 Juni 2019. Inilah salah satu keuntungan menggunakan sistem blanded learning, yaitu peserta dari berbagai daerah dan berjumlah 100an lebih bisa mengakses materinya, ada yang langsung dibuka pada saat itu juga, ada pula yang baru bisa membukannya keesokan harinya karena kesibukkan.
“
Jika Anda, apa kira-kira media yang Anda gunakan untuk membantu murid-murid Anda? Yuk tuliskan di kolom komentar!
Like this:
LAGU MATEMATIKA
Premium Wordpress Themes, Wholesale Jewelry And Template Blogger